GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Kekeringan - Ilustrasi StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino berkekuatan tinggi mulai diantisipasi di DIY. Petani diminta tidak menunda masa tanam agar produksi tetap terjaga di tengah potensi kekeringan yang lebih parah.
Langkah ini diambil menyusul prediksi musim kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang akibat kombinasi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD), yang populer disebut El nino Godzila.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Eko Aris Nugroho, mengatakan pihaknya telah memetakan potensi dampak di wilayah DIY berdasarkan data BMKG.
“Secara umum kita mencermati beberapa potensi yang ada di DIY. Kita inventaris kemungkinan-kemungkinan terjadi di DIY berdasarkan data BMKG,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia mengingatkan kondisi serupa pernah terjadi pada 2023 yang menyebabkan pergeseran musim tanam hingga tahun berikutnya.
“Itu menjadi bagian perhatian kita. Terhadap alat-alat yang ada di lapangan, harapan kami segera difungsikan, baik traktor, pompa dan lainnya yang berkaitan dengan irigasi,” katanya.
DPKP juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pertanian, termasuk memastikan saluran irigasi tidak tersumbat dan peralatan dapat digunakan secara optimal.
Petani diminta segera memanfaatkan kondisi air yang masih tersedia untuk memulai tanam lebih awal.
“Kami berharap para petani segera menanam tanamannya, jangan ditunda. Karena dengan kondisi air masih mencukupi ini memungkinkan untuk menanam,” ungkapnya.
Sejumlah strategi disiapkan untuk menghadapi potensi kekeringan, di antaranya pemetaan wilayah rawan, pembangunan sistem peringatan dini, serta penguatan mitigasi melalui brigade kekeringan.
Selain itu, pengelolaan air dioptimalkan melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, sumur dangkal, serta pemanfaatan pompa dan sistem perpipaan.
DPKP juga mendorong percepatan tanam menggunakan varietas padi tahan kekeringan dan genjah, seperti Inpago dan Inpari, serta varietas lokal yang adaptif terhadap kondisi terbatas air.
Pengaturan pola tanam disesuaikan dengan kondisi iklim di masing-masing wilayah, disertai peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan untuk menjaga produksi pertanian.
Dengan langkah antisipatif ini, pemerintah berharap dampak Elnino Godzila terhadap sektor pertanian di DIY dapat ditekan seminimal mungkin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.