Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik di DIY memasuki tahap krusial. Pemerintah daerah kini menunggu pengumuman pemenang lelang yang dijadwalkan keluar pada April 2026.
Penentuan pemenang ini akan menjadi pintu masuk dimulainya tahapan teknis pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY, Kusno Wibowo, menyebut hingga kini belum ada penetapan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) oleh pihak pelaksana program.
“Kami masih menunggu pengumuman pemenang di April ini,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Setelah pemenang ditetapkan, DLHK DIY akan langsung melakukan koordinasi intensif untuk memulai tahapan lanjutan, termasuk persiapan lahan hingga land clearing.
“Kalau sudah ada baru dilakukan koordinasi intens dengan BUPP sebagai pemenang untuk langkah-langkah selanjutnya, termasuk landclearing,” katanya.
Proses lelang yang masih berjalan hingga April disebut masih sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan.
Pembangunan PSEL diperkirakan memakan waktu sekitar 18 bulan. Dengan skema tersebut, fasilitas ini diproyeksikan mulai beroperasi paling cepat pada 2028.
Seluruh proses pembangunan hingga operasional nantinya akan dikelola oleh pihak BUPP, sementara Pemda DIY berperan dalam penyediaan lahan serta penyiapan awal lokasi.
Lahan seluas 5,7 hektare telah disiapkan di kawasan Piyungan, di Bantul, untuk mendukung pembangunan proyek tersebut.
Saat beroperasi, PSEL membutuhkan pasokan sekitar 1.000 ton sampah per hari yang akan dikumpulkan dari kabupaten dan kota di DIY.
Pemda DIY bersama pemerintah kabupaten/kota akan bertanggung jawab dalam pengadaan dan pengangkutan sampah ke lokasi pengolahan.
Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, PSEL diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung produksi energi listrik dari sumber alternatif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.