TKD 2027 Jogja Meleset Rp17,6 Miliar, Anggaran Belanja Bakal Disesuaikan
Proyeksi TKD Jogja 2027 meleset Rp17,6 miliar. Pemkot bersama DPRD membahas penyesuaian belanja dalam RAPBD 2027.
Foto ilustrasi. BPBD mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. - Antara/ist-Dokumen Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketersediaan logistik kebencanaan di Kabupaten Sleman masih terbatas dan belum merata. Kondisi ini membuat BPBD Sleman harus mengandalkan belanja anggaran dan bantuan lintas instansi untuk menutup kekurangan stok.
Per 1 April 2026, stok logistik didominasi bantuan dasar seperti makanan, selimut, dan perlengkapan keluarga, sementara kebutuhan lain justru kosong di gudang.
Kepala Divisi Darurat dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyebut logistik makanan tersedia sebanyak 64 paket yang seluruhnya berasal dari BPBD Sleman. Sementara bantuan dari BPBD DIY dan BNPB mencakup 50 lembar selimut serta 30 paket perlengkapan keluarga.
Namun di luar itu, sejumlah kebutuhan penting seperti lauk pauk, makanan siap saji, suplemen nutrisi, pakaian, perlengkapan sekolah, hingga perlengkapan dapur tercatat nol stok.
Kondisi ini dinilai berisiko menghambat respons darurat jika bencana terjadi dalam waktu dekat, terutama untuk kebutuhan cepat seperti makanan siap saji dan perlengkapan kebersihan.
Staf Darurat dan Logistik BPBD Sleman, Tri Tukijo, menjelaskan pemerintah daerah telah mengalokasikan 125 paket belanja logistik dalam APBD 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 75 paket telah terealisasi, sementara 50 paket lainnya masih dalam proses pengadaan. “Masih ada 50 paket lagi yang belum kami beli,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Selain pengadaan, BPBD Sleman juga mengandalkan dukungan dari berbagai pihak untuk mengisi kekosongan stok, sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana di tengah kondisi cuaca yang belum menentu.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, R. Haris Martapa, menegaskan pemenuhan logistik menjadi kunci kesiapsiagaan bencana.
“Kalau stok kurang kami belanjakan dari anggaran yang ada. Jika masih kurang, kami minta dukungan dari BPBD DIY,” katanya.
Ia menambahkan, BPBD Sleman terus memaksimalkan seluruh sumber daya, mulai dari personel, relawan, hingga peralatan, untuk memastikan respons cepat saat terjadi bencana.
“Tujuan utama kami adalah kesiapsiagaan penanganan dan evakuasi korban, termasuk kesiapan logistik. Kami siap 24 jam,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan stok logistik sejak dini agar penanganan darurat dapat berjalan optimal saat bencana terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyeksi TKD Jogja 2027 meleset Rp17,6 miliar. Pemkot bersama DPRD membahas penyesuaian belanja dalam RAPBD 2027.
Erick Thohir menyampaikan surat Presiden Prabowo kepada Gianni Infantino sebagai bentuk dukungan Indonesia terhadap kepemimpinan FIFA.
Harga emas Pegadaian Sabtu (24/10/2026) bervariasi untuk Antam, Galeri 24, dan UBS. Simak harga jual dan buyback berbagai ukuran.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 24 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Prestasi siswa tak hanya diukur dari keberhasilan masuk PTN. Perguruan tinggi swasta (PTS) juga menawarkan pendidikan berkualitas dan peluang ber
Kemenkeu menilai kepercayaan investor SBN masih terjaga meski yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun naik ke 7,4% di tengah gejolak pasar.