Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Koperasi - Ilustrasi/Bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdaganngan (DKUKMPP) mencatat di Bantul ada 359 koperasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 84 koperasi dalam kondisi tidak sehat atau mati suri.
Kepala DKUKMPP Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan ada beberapa alasan koperasi tersebut tidak sehat. Di antaranya Agus menyebut mulai dari kepengurusan yang tidak aktif, tidak pernah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga pengurusnya sudah lansia sehingga tidak ada regenerasi.
Pihaknya akan memetakan kondisi koperasi tersebut. Koperasi yang tidak sehat tersebut akan dilakukan berbagai upaya, mulai dari optimalisasi, pendampingan, dan didorong untuk kembali sehat. Namun jika tidak memungkinkan bisa dilakukan pembubaran.
“Kami akan petakan dari 84 koperasi itu mana yang bisa dibubarkan, mana yang bisa disuntik atau diobati agar bisa menjadi kelompok yang sehat. Kalau memang tidak bisa ditolong maka dibubarkan saja,” katanya, Jumat (21/7/2023).
Menurutnya, optimalisasi koperasi-koperasi yang mati suri sangat perlu dilakukan. Sebab kehadirannya tidak sekedar membantu permodalan UKM. Namun juga menjadi bagian sektor riil untuk mendukung agar produk dari produsen bisa didapatkan oleh konsumen.
BACA JUGA: Bingung SPBU Mudal Jalan Palagan Disegel? Berikut Daftar 4 SPBU Terdekat dengan Lokasi
Ia menyampaikan saat ini koperasi seharusnya tidak hanya bergerak dalam sektor simpan pinjam permodalan, karena jika hanya bergerak di sektor tersebut akan kalah dengan perbankan. Menurutnya, koperasi bisa bergerak dalam penyediaan bahan baku bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Anggota koperasi bisa menjadi pemasok produk untuk diekspor sebab jika hanya mengandalkan produk ekspor dari beberapa UMKM tak mungkin memenuhi target dari buyer.
“Kalau koperasi bisa menyediakan bahan baku, kemudian anggota membeli di situ maka keduanya untung dan akan terbentuk ekosistem usaha,” ujarnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, sebelumnya menyampaikan bahwa koperasi merupakan organisasi ekonomi yang fungsi utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Dalam upaya menyejahterakan anggota, tentu koperasi menyelenggarakan berbagai usaha dan layanan sesuai kebutuhan anggota.
“Hal itulah yang diterapkan di negara-negara maju. Sehingga sebuah koperasi memiliki anggota yang jumlahnya ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan orang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.