Ciptakan Semangat Kolaboratif Melalui Penanaman Mangrove
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Direktur Saemaul Globalization Foundation, Hong Seunghoon (paling kanan) bersama lima lurah penerima bantuan material di Kapanewon Nanggulan pada Sabtu (5/8/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
KULONPROGO—Saemaul Foundation (SF) melalui Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI) membuka Program Desa Percontohan Saemaul Baru di Kapanewon Nanggulan, sejak awal 2022. Hingga kini, program tersebut terus berlanjut. Pada Sabtu (5/8/2023), lima kalurahan di Nanggulan yaitu Jatisarono, Tanjungharjo, Kembang, Banyuroto, dan Wijimulyo mendapat bantuan material senilai Rp750 juta.
Direktur Saemaul Globalization Foundation Kantor Perwakilan Indonesia, Hong Seunghoon mengatakan kendati program desa percontohan telah dimulai tahun lalu, program tersebut baru benar-benar berjalan di 2023 melalui penyaluran bantuan material untuk lima kalurahan di Nanggulan.
“Salah satu program kami adalah pemberian bantuan material untuk masing-masing desa/kalurahan. Hal paling penting bukan mengenai pemberian bantuan saja tapi arahnya agar masyarakat benar-benar mau gotong-royong membangun desa,” kata Hong di Kantor Kapanewon Nanggulan, Sabtu.
Pemakaian material tersebut sepenuhnya diserahkan kepada kalurahan penerima. Hal tersebut beralasan karena pada awalnya pihak kalurahan telah menyusun proposal kebutuhan sebelum diserahkan ke YGSI.
BACA JUGA: PKM TanNas UGM Perkuat Sumber Daya Lokal di Desa Terdampak Jalan Tol Jogja Bawen
Menurut Hong, apabila kalurahan benar-benar memanfaatkan bantuan dan berdampak positif sesuai perencanaan, maka YGSI siap memberi bantuan lagi. Saemaul Foundation menaruh minat pada bidang pertanian kendati memang tidak ada sektor yang sangat diprioritaskan. “Utamanya program kami adalah pertanian. Tapi kalau desa meminta selain pertanian, kami siap mendampingi selama lima tahun ini,” katanya.
Panewu Nanggulan, Haryoto mengatakan di Kalurahan Wijimulyo telah dibangun dan dikembangkan kubung jamur melalui pendampingan YGSI. Perluasan pembangunan juga akan dilakukan tanah kas desa dengan total luas sekitar 7.000 meter persegi. “Kapanewon Nanggulan terdiri dari enam kalurahan. Hanya saja, baru lima kalurahan yang mendapat alokasi program dari YGSI,” katanya.
Lurah Wijimulyo, Sri Trimaningsih berharap program YGSI dapat semakin memberdayakan masyarakat Nanggulan. "Saya berharap kepada masyarakat agar program yang diberikan YGSI dapat ditindaklanjuti. Jangan sampai setelah ditinggal YGSI justru mandek,” kata Sri saat ditemui di kubung jamur.
Sri juga mengharapkan BUMKal Wijimulyo dapat menyerap dan mengembangkan ilmu yang diberikan YGSI. Dengan begitu pengelolaan kumbung jamur akan lebih maksimal termasuk akan muncul program turunan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra Motor Yogyakarta turut mendukung program TUMBUH yang memiliki tema semangat kolaboratif antar generasi muda hingga masyarakat pesisir
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.