Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan sedang mengecek sirkuit uji praktik pembuatan SIM C di Polres Kulonprogo pada Senin (7/8/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Polres Kulonprogo memberlakukan ujian praktik surat izin mengemudi (SIM) C dengan model lintasan baru, Senin (7/8/2023). Praktik ujian tersebut tidak lagi menggunakan model lintasan angka delapan dan zigzag.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan bahwa perubahan terjadi pada lintasan yang menjadi sebuah sirkuit dengan mengakomodasi empat materi ujian praktik. Ukuran sirkuit pun juga telah diperlebar dan tanpa materi zigzag test atau slalom test.
"Ujian praktik SIM C yang membentuk angka delapan telah digantikan uji membentuk huruf S. Lalu, untuk ukuran lebar lintasan diperlebar dari ukuran lama 1,5 kali lebar kendaraan menjadi 2,5 kali lebar kendaraan atau 80 sentimeter. Di Satpas Polres Kulonprogo sudah diberlakukan sejak Senin [7/8/2023] untuk pemohon baru SIM C ," kata Noviartuti, Senin (7/8/2023).
Sementara itu, Kapolda DIY, Irjen Pol Suwondo Nainggolan telah mengecek sirkuit uji praktik pembuatan SIM di Polres Kulonprogo pada Senin (7/8/2023). Suwondo mengatakan pengecekan tersebut penting untuk memastikan kesiapan perubahan sirkuit yang akan digunakan pemohon SIM C baru. "Sesuai perintah dari Kapolri yang Senin ini [sirkuit ujian praktik SIM] harus terdisplay dan dioperasionalkan," kata Suwondo dalam keterangan tertulis, Senin.
Dia menambahkan paska munculnya perintah perubahan sirkuit dari Polri, Direktur Lalu Lintas Polda DIY kemudian melakukan koordinasi dengan Kapolres dan Kasat Lantas Polres di kabupaten/kota di DIY. Polres Kulonprogo lantas melaksanakan perintah tersebut. "Saya selaku pimpinan di Polda DIY ingin memastikan bahwa [perubahan sirkuit] sudah berlangsung dengan benar dan baik. Selain itu saya juga menekankan agar pelayanan SIM Drive Thru bisa dilakukan di setiap Polres di wilayah hukum Polda DIY," katanya.
BACA JUGA: Jalur 8 Dihapus, Ujian SIM Baru di Gunungkidul Dinilai Lebih Mudah
Jelas dia, masyarakat lebih mudah memahami metode setelah adanya perubahan sirkuit tersebut. Bahkan, sampai dengan pelaksanaan pada Senin (7/8/2023), menurut Suwondo tidak ada kendala besar.
Lebih jauh, ketika menggelar program Jumat Curhat beberapa waktu lalu, dia mengatakan terdapat usulan tentang ujian praktik SIM ramah disabilitas. "Sehingga saya memastikan bahwa pelayanan itu ada dan sarana untuk disabilitas ada. Sudah saya pastikan sendiri di Satpas Polres Kulonprogo, ada layanan disabilitas dengan sarana dan prasarana yang lengkap," ucapnya.
Peniadaan lintasan angka delapan dan zigzag dalam ujian SIM C baru disambut positif oleh warga yang tengah mengajukan permohonan SIM di Satpas Kulonprogo.
Salah satu pemohon bernama Amelia Puspitasari, warga Bendungan, mengaku perubahan lintasan tersebut lebih realistis. "Alhamdulillah lebih mudah dan lancar serta peraturanya juga lebih mudah dari sebelumnya. Hari ini ujian praktiknya beda. Lebih mudah dan diberikan instruksi juga pelatihan di awal sebelum uji praktik," kata Amelia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.