Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman telah membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan yang rencananya beroperasi awal 2024. Rencananya, Pemkab Sleman akan membangun tiga TPST, tetapi hingga kini masih kesulitan mencari lahan.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan pembangunan tiga TPST sudah direncanakan sejak dua tahun lalu. “Tetapi memang kami mencari lahan itu juga tidak mudah, karena ini terkait dengan kepentingan masyarakat soal pencemaran,” katanya, Senin (7/8/2023).
Pemkab Sleman berencana membuat tiga TPST untuk pengolahan sampah di Sleman bagian timur, barat dan tengah. “Tetapi sampai saat ini yang paling sulit progresnya adalah terkait dengan lokasi dan lahan karena banyak penolakan dari masyarakat. Tetapi kalau setelah ini [penutupan TPA Piyungan] kami mau enggak mau [membangun TPST],” ucap dia.
Berdasarkan UU No 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah di masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten. Adapun Pemkab Sleman baru merealisasikan Amanah undang-undang tersebut lewat Pembangunan TPST saat ini, setelah bertahun-tahun bergantung pada pembuangan di TPA Piyungan.
BACA JUGA: Masih Ada Tumpukan Sampah di Jalan, PHRI DIY: Ini Membahayakan Pariwisata!
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Epiphana Kristiyani, menuturkan TPST Tamanmartani diharapkan akhir tahun ini sudah 100% jadi. “Akan bisa mengelola sampah kurang-lebih 80-90 ton per hari,” paparnya.
TPST Tamanmartani berdiri di lahan seluas 1,1 hektare. Sampai dengan awal Agustus 2023 ini, penyiapan lahan meliputi pembuatan tanggul, pengecoran akses masuk dan pagar sudah selesai. Beberapa pengerjaan yang masih perlu dilakukan yakni Pembangunan kantor dan pengadaan alat pengolah sampah.
“Mulai 9 Agustus kami akan meneruskan untuk membuat gedung, memasang peralatan. Teknologinya pemilahan kemudian nanti jadi EDF [Refuse Derived Fuel]. Nanti sudah ada offtaker-nya, artinya kalau nanti menghasilkan RDF itu akan ada yang menampung,” kata dia.
Dengan pengolahan ini, dipastikan tidak terjadi penumpukan sampah di TPST Tamanmartani. “Janji kami kepada masyarakat zero waste. Jadi apapun yang terjadi saya harus memastikan setiap hari tidak ada penumpukan sampah di bakal TPST,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.