PDIP Kota Jogja Tanam 300 Pohon dan Gelar Simulasi Bencana
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Sejumlah kader Posyandu perwakilan 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman mengikuti Workshop Kader Posyandu di Aveon Hotel, Selasa (8/8/2023). – Harian Jogja/Lugas Subarkah
SLEMAN—Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Sleman disiapkan untuk mendukung pelayanan primer sesuai siklus hidup. Siklus ini dimulai dari ibu hamil, bayi, Balita, anak, usia produktif hingga lansia. Seluruh kelompok usia akan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai kewenangan mulai Posyandu, Pustu, hingga Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menjelaskan kebijakan dari Kementerian Kesehatan mengarahkan agar pelayanan posyandu tidak lagi terkotak-kotak sesuai dengan program, seperti yang dilakukan sebelumnya.
"Seperti di tahun-tahun sebelumnya, ada Posyandu Lansia, Posyandu KIA [Kesehatan Ibu dan Anak], Posyandu Remaja, serta Pos Binaan Terpadu atau Posbindu. Nantinya, semuanya akan menjadi satu. “Nantinya posyandu disebut Posyandu Center of Excellence," katanya dalam Workshop Kader Posyandu yang digelar di Aveon Hotel, Selasa (8/8/2023).
BACA JUGA: Hukuman Mati Ferdy Sambo Jadi Penjara Seumur Hidup
Workshop dengan tema Kader Terampil Posyandu Berhasil Mendukung Integrasi Layanan Primer di Aveon Hotel ini melibatkan 20 peserta yang merupakan kader posyandu perwakilan 17 kapanewon se-Kabupaten Sleman.
"Posyandu diharapkan menjadi Centre of Excellence yang melayani seluruh siklus hidup, dari mulai ibu hamil, anak, remaja, usia produktif, sampai lansia. Semuanya akan ditangani secara paripurna di posyandu tersebut. Jadi harapan kami besar sekali, kader Posyandu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di Sleman," kata dia.
Tekan Stunting
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan melalui workshop ini diharapkan kader posyandu di Sleman dari yang sebelumnya terkelompokkan sesuai kategori usia, dapat menambah wawasan lebih luas dalam pelayanan kesehatan yang terintegrasi.
BACA JUGA: Hukuman Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf Diringankan oleh Mahkamah Agung
Kader posyandu juga diharapkan dapat menekan angka stunting di Kabupaten Sleman. "Kami berusaha terus menerus agar angka stunting turun. Harapannya yang jadi penggeraknya adalah dari kader Posyandu. Mereka dapat mengedukasi masyarakat bagaimana mencegah stunting," katanya.
Berdasar data, saat ini angka kasus stunting di Bumi Sembada berada di angka 6,88%. Jika dilihat lebih dalam, ternyata 80% kasus stunting justru berasal dari keluarga berkecukupan. "Kenapa anaknya bisa terkena stunting? Karena pola asuh yang kurang pas. Kader posyandu tugasnya mendampingi orang tua," kata dia. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
China perketat ekspor teknologi AI dan semikonduktor, ikuti langkah AS. Kebijakan ini berpotensi mempengaruhi rantai pasok dan harga gadget di Indonesia
JLR mengonfirmasi Land Rover Discovery Sport akan berhenti diproduksi pada Desember 2026 setelah 11 tahun beredar. Regulasi baru Uni Eropa dan penurunan penjual
Elon Musk mengaku terlalu jauh terjun ke dunia politik saat memimpin DOGE. Pengakuan itu disampaikan dalam wawancara terbaru bersama The Economist.
WhatsApp Web tidak bisa dibuka, gagal login, atau pesan tidak terkirim? Simak tujuh cara mudah mengatasi WhatsApp Web error agar kembali normal.
Lima wakil Indonesia memulai perjuangan di Taipei Open 2026. Sorotan tertuju pada debut pasangan baru Dejan Ferdinansyah dan Apriyani Rahayu di sektor ganda cam