Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Penandatanganan berita acara penyerahan FDR Xair dari FUJIFILM Indonesia kepada FK-KMK UGM, di FK-KMK UGM, Rabu (9/8/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—FUJIFILM Indonesia memberi bantuan satu unit Portable X-Ray Digital dengan teknologi artificial intelligence (AI) kepada UGM, Rabu (9/8). Hal ini merupakan bentuk dukungan pada program Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus tuberkulosis (TB) secara aktif yang dilakukan oleh Zero TB Yogyakarta.
Pemerintah telah menargetkan setidaknya 90% dari kasus tuberkulosis di Indonesia dapat terdeteksi pada 2024. Untuk meningkatkan penemuan kasus secara aktif, FUJIFILM menghadirkan Portable X-Ray Digital untuk Zero TB Yogyakarta, melalui Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.
President Director dari FUJIFILM Indonesia, Masato Yamamoto menjelaskan Portable X-Ray adalah alat rontgen portabel yang merupakan salah satu inovasi teknologi terkini dari FUJIFILM. Alat itu mampu melakukan foto rontgen secara lebih cepat dengan dosis radiasi yang rendah dan mudah dibawa ke mana saja, termasuk ke daerah-daerah yang lokasinya jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan.
BACA JUGA: Para Penderita TBC Diminta Saling Menguatkan untuk Sembuh
Penggunaan alat ini dapat mempercepat proses skrining penyakit tuberkolosis menggunakan Rontgen dada karena alat ini sudah dilengkapi dengan artificial intelligence yang akan membantu dalam menentukan terduga sakit tuberkulosis. “Kami percaya Portable X-Ray akan menjadi aset yang tak ternilai dalam melawan penyakit ini, karena fiturnya yang ringan dan sifatnya yang portabel akan membantu Anda menjangkau orang-orang di daerah terpencil dengan akses terbatas ke fasilitas pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
FUJIFILM Indonesia terus menghadirkan beragam inovasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. “Dalam hal ini, kami bertekad untuk membantu mewujudkan Indonesia bebas Tuberkulosis dengan teknologi yang dapat mempermudah akses deteksi dini bagi penduduk yang berada jauh dari fasilitas kesehatan,” katanya.
Project Leader Zero TB Yogyakarta, Rina Triasih, menuturkan salah satu kegiatan utama Zero TB Yogyakarta adalah melakukan ACF menggunakan rontgen dada. Tim ACF Zero TB Yogyakarta bekerja sama dengan puskesmas melakukan ACF dengan menghadirkan rontgen ke tengah masyarakat. “Jadi yang kami lakukan adalah jemput bola,”paparnya.
Ia mengapresiasi dukungan dari FUJIFILM Indonesia dalam upaya eliminasi TBC di Indonesia. Ia berharap akan banyak pihak lainnya yang terlibat dalam upaya yang sama karena eliminasi TBC bukan hanya merupakan tanggung jawab sektor kesehatan, dan hanya akan tercapai jika semua pihak terlibat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.