Tiga Raperda Inisiatif DPRD Gunungkidul Masuk Tahap Pembahasan
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
Kebakaran lahan/hutan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Gunungkidul mencatat sudah ada 37 kebakaran sejak awal 2023. Masyarakat pun diminta mewaspadai musibah ini karena ada potensi peningkatan saat musim kemarau dan efek pembakaran sampah.
Kepala Kasubag Tata Usaha, UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Ngadiyono mengatakan sejak awal tahun hingga 10 Agustus 2023 sudah ada 37 kebakaran di Gunungkidul. Untuk penyebabnya bervariasi mulai dari kegiatan pembakaran sampah, hubungan arus pendek listrik hingga masalah tabung gas.
Menurut dia, aktivitas pembakaran dan korsleting listrik menjadi yang paling banyak karena masing-masing ada 12 kasus. sedangkan 13 kasus lainnya disebakan karena tungku perapian lima kasus, instalasi mobil dua kasus dan tabung gas dua kasus. “Masih ada karena lilin dan menyulut rokok menjadi sumber kebakaran,” katanya kepada wartawan, Minggu (13/8/2023).
BACA JUGA: Jadi Korban Kebakaran, 7 Keluarga di Umbulharjo dan Gondokusuman Terima Bantuan Rp69 Juta
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Handoko mengatakan, kasus kebakaran sangat fluktuatif. Tahun lalu, ia mencatat ada 51 peristiwa kebakaran. “Kalau sekarang sudah ada 37 kasus. Mudah-mudahan tidak terus bertambah,” katanya.
Dia meminta kepada masyarakat lebih mewaspadai kebakaran di musim kemarau. Sebab potensi dan kerawanannya jadi lebih tinggi, sedangkand dari sisi pemadaman juga relatif lebih sulit karena ketersediaan air yang makin menipis.
Selain itu, adanya embusan angin juga memberikan pengaruh terhadap upaya pemadaman. Meningkatnya kasus kebakaran di musim kemarau bukan isapan jempol belaka.
Sebagai gambaran hingga Juni lalu, kebakaran baru ada 22 kasus, tetapi sepanjang Juli hingga awal Agustus ada penambahan 15 kasus baru. “Makanya kami meminta kepada warga untuk lebih berhati-hati,” katanya.
Menurut dia, kebakaran yang terjadi banyak dipicu karena kelalaian manusia. Kebiasaan membakar sampah di sekitar bangunan rumah atau kandang ternak menjadi salah satu penyebabnya. “Kalau ada aktivitas pembakaran sampah harap ditunggu sampai mati sehingga tidak berpotensi menjalar ke lainnya. Selain itu, upaya pencegahan dapat dilakukan dengan rutin mengecek instalasi listrik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.
WhatsApp memiliki sejumlah fitur tersembunyi yang jarang diketahui pengguna. Mulai dari Chat Lock, transkrip pesan suara, hingga dua akun dalam satu aplikasi.
Imigrasi Kulonprogo memperketat penerbitan paspor setelah 347 calon PMI mengajukan permohonan sepanjang 2026 guna mencegah keberangkatan nonprosedural.
Harga emas Pegadaian hari ini Senin 13 Juli 2026 bervariasi. Emas Antam 1 gram Rp2,762 juta, UBS Rp2,647 juta, dan Galeri 24 Rp2,634 juta.
FIFA kaji penambahan peserta Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim. Usulan ini bisa buka peluang besar bagi Indonesia lolos ke putaran final.
Cara atasi badan pegal tanpa obat: peregangan, istirahat cukup, minum air, mandi hangat, pijat, hingga konsultasi ke dokter jika tak kunjung hilang.