Cegah APBD Menumpuk di Akhir Tahun, BPKAD Jogja Bikin Sistem Pengingat
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kini memiliki sistem yang berfungsi layaknya alarm untuk mengingatkan perangkat daerah agar tidak terlambat menarik anggaran
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul Hanung Raharjo (kiri) dalam Rapat Paripurna DPRD Bantul beberapa waktu lalu.
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagai sosok perwakilan rakyat, anggota Dewan harus kerap terjun langsung ke masyarakat. Dewan harus datang ke lingkungan masyarakat untuk memberi dukungan morel maupun materiel kepada masyarakat. Hal ini tercermin dari perilaku yang dicontohkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul Hanung Raharjo.
Menjadi nakhoda DPRD Bantul, Hanung Raharjo kerap terjun ke masyarakat untuk mendukung kegiatan masyarakat. Dia menilai masyarakat perlu didorong dan didukung supaya bisa terus maju dan sejahtera.
"Yang jelas kami sebisa mungkin banyak mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat yang itu perlu didorong, didukung," kata Hanung, Kamis (10/8). Dukungan ini, kata Hanung bentuknya bisa beragam. Bisa berupa dukungan morel ataupun dukungan materiel.
BACA JUGA: Momentum Mengisi Kemerdekaan
Sedangkan dukungan materiel bisa diinisiasi lewat program-program yang menyasar langsung kepada masyarakat. "Baik didukung secara morel maupun materiel. Dukungan materiel bisa desakan lewat program-program," ujarnya.
Sementara dukungan morel bisa dilakukan dengan cara terjun ke masyarakat. Memotivasi masyarakat agar mau bersinergi bersama untuk membangun Bantul.
"Kami juga harus sregep ketemu dengan masyarakat. Untuk bertemu masyarakat, untuk memotivasi agar mereka mau maju dan mereka mau membangun Bantul," katanya.
Hanung ingat betul, salah satu momen unik saat bertemu langsung dengan masyarakat. Di salah satu perayaan hari jadi sebuah kalurahan, ada anak kecil yang memanggil nama Hanung. Padahal, Hanung tidak tahu siapa anak itu dan mengapa bisa memanggil-manggil namanya.
"Anak kecil itu manggil-manggil nama saya sedangkan saya sendiri enggak tahu. Kok kenal di mana, tahu di mana. Cuma saya di daerah situ memang sering ketemu dengan masyarakatnya tetapi bukan di event," ungkapnya.
Setelah ditelusuri, orang tua si anak yang mengenalkan anak tersebut tentang Hanung. Bagi Hanung momen kecil tersebut bisa menggambarkan bila program yang diinisiasinya bisa bermanfaat hingga dikenang oleh masyarakat, termasuk oleh anak-anak.
"Kemudian orang tuanya bilang bahwa kami rumahnya daerah ini, kampung ini, berarti kan secara tidak langsung program kami sampai ke masyarakat," katanya.
Tak cuma soal program yang sampai ke masyarakat, Hanung juga mendorong agar roda perekonomian, khususnya Kabupaten Bantul terus bergerak lebih cepat.
Kebangkitan ekonomi pasca pandemi, kata Hanung harus disambut dengan segera. Misalnya pada lini usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) para pelaku usaha harus didukung dengan bantuan dari hulu ke hilir.
Mulai dari permodalan, pelatihan, pendampingan pasca latihan hingga pemasarannya. "Kondisinya mungkin butuh dukungan kepada UMKM. Butuh dukungan pendampingan," katanya.
Pengembangan Infrastruktur
Roda perekonomian terkait erat dengan infrastruktur yang juga bagian dari sarana pendukung ekonomi kata Hanung. Maka, menurut dia, juga harus ikut diberi alokasi pengembangan untuk mendukung kebangkitan ekonomi. "Infrastrukturnya ya harus ditingkatkan. Karena bagian dari penarik wisatawan ataupun orang berkunjung ke Bantul kan salah satunya ketika apa-apanya [fasilitas publik] bagus. Infrastrukturnya bagus, kemudahan akses dan sebagainya. Memang itu salah satu yang harus ditingkatkan," kata Hanung.
Tentu, selain mendompleng pembangunan infrastuktur, Hanung juga mengungkapkan perlu ada peningkatan pelayanan untuk mendukung kebangkitan ekonomi. Pelayanan optimal ini mencakup ke beragam sektor, tidak hanya pada sektor-sektor tertentu saja.
Misalnya bagaimana pelayanan di sektor wisata bisa dioptimalkan melalui pelatihan sumber daya manusia (SDM). Para pelaku wisata dilatih sesuai dengan perkembangan tren wisatawan terkini sehingga selaras dengan keinginan wisatawan.
"Tamu itu ya tidak hanya sekadar wisata. Tetapi ketika orang berkunjung ke Bantul mau beli apa di UMKM ya kita harus layani bagus. Tamu yang mau berkunjung di Bantul mau investasi ya kami layanan dengan bagus," ungkapnya.
"Kuncinya kan di situ [pelayanan], sehingga branding-nya Bantul itu di luar bahwa Bantul itu menarik dan Bantul itu ramah." (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kini memiliki sistem yang berfungsi layaknya alarm untuk mengingatkan perangkat daerah agar tidak terlambat menarik anggaran
Sedikitnya tujuh warga binaan di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Gunungkidul bisa langsung bebas setelah mendapatkan remisi kemerdekaan Indonesia ke-81.
Bali United resmi merekrut Jay Herdman dari Calvary FC. Putra pelatih Timnas Indonesia John Herdman itu menjadi rekrutan keenam musim 2026.
Michele Pirro mendukung Marc Marquez menjadi juara MotoGP 2026 karena Ducati tak ingin nomor 1 berpindah ke KTM musim depan.
Studi JAMA mengungkap pekerja bergaji rendah memiliki risiko kematian 38 persen lebih tinggi dibanding pekerja dengan upah lebih baik.
Apple akan mengubah aturan ATT di iPhone dan iPad setelah regulator Jerman menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan aplikasi pihak ketiga.