Kadin DIY Sebut Kekuatan Ekonomi Jogja Bukan Tambang Fisik, tapi Tambang Ide
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA–Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menyampaikan melalui reformasi kalurahan yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di tingkat kalurahan, mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan wilayah di DIY berupaya diatasi. Dalam program pemberdayaan yang ada di tingkat kalurahan, Sultan berharap generasi muda juga dapat turut berpartisipasi di sana.
“Anak muda dapat mengambil inisiatif untuk menumbuhkan ekonomi baru di kalurahan,” kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Jumat (18/8/2023).
Menurut Sultan generasi muda dengan kemampuan yang berbagai kemampuan yang dimiliki dapat pula menyebarkannya kepada masyarakat di tingkat desa, sehingga masyarakat sekitar pun kemampuannya dapat turun meningkat. Dengan peningkatan kemampuan tersebut, menurut Sultan, lapangan pekerjaan baru dapat tercipta.
Selain itu, menurut Sultan generasi muda juga dapat berperan untuk mengembangkan potensi yang ada di tiap kalurahan. Dalam pengembangan potensi tersebut, menurut Sultan dapat sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar. Dengan begitu, lapangan pekerjaan baru juga dapat tercipta.
“Mungkin dulu karena tidak ada lapangan pekerjaan, dia [masyarakat] bisa membuka penitipan sepeda motor atau lainnya, yang penting potensi di tingkat kalurahan dapat membuka lapangan kerja baru,” katanya. Dengan begitu, menurut Sultan, penduduk setempat dapat sejahtera melalui pengembangan potensi yang ada di tiap desa.
Menurut Sultan saat ini Pemda DIY juga bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di DIY untuk pengembangan potensi desa. Melalui kerja sama tersebut menurut Sultan potensi yang ada dalam tiap desa berupaya untuk digali dan dikembangkan sehingga dapat menyejahterakan masyarakat setempat.
Pertumbuhan ekonomi masyarakat desa menurut Sultan dapat mengerek pertumbuhan perekonomian daerah, sehingga tingkat kemiskinan dan ketimpangan antar wilayah di DIY dapat teratasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.