Dinkes Jogja Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus pada 2026
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Jogja mendorong warganya untuk mengelola sampah organik menggunakan maggot. Dengan pengelolaan tersebut, diharapkan sampah organik dapat selesai di tiap rumah tangga.
Lurah Kelurahan Bumijo, Ani Purwati mendorong agar warga mengelola sampah organiknya masing-masing dalam berbagai program pengolahan sampah organik, salah satunya menggunakan maggot.
“Maggot adalah ulat yang dapat mengurai sampah organik . Saat ini maggot di kembangkan di beberapa daerah untuk mengurangi volume sampah,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Minggu (20/8/2023).
BACA JUGA : 17 Lokasi dan Alamat Bank Sampah di Kota Jogja
Dalam pelatihan tersebut, warga diberikan edukasi mengenai pengolahan sampah menggunakan maggot dan cara pemeliharaan maggot. Menurutnya, dari yang diajarkan dalam pelatihan tersebut, mengolah sampah organik dengan maggot cukup mudah dilakukan dan peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana. Meski begitu, menurutnya diperlukan lahan untuk mengolah sampah organik menggunakan maggot.
Menurut Ani pengolahan sampah menggunakan maggot dapat menjadi alternatif bagi warga yang ingin mengolah sampah organiknya. Pengolahan dengan menggunakan maggot pun dinilai dapat mengurangi volume sampah organik dengan cepat. Dengan begitu, Ani berharap sampah organik yang dihasilkan tiap rumah tangga dapat selesai dengan metode pengolahan sampah tersebut.
Selain dapat mengurangi sampah, maggot juha dapat dibudidayakan. Diketahui maggot dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pakan ikan. Dengan budidaya maggot tersebut, Ani berharap warga dapat memperoleh manfaat ekonomi juga.
“Harapan saya ketika masyarakat sudah bisa mengolah sampahnya sendiri, berarti sudah bisa membuat lingkungannya bersih dan nyaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja memastikan belum ada kasus hantavirus pada 2026 dan mengimbau warga waspada penularan dari tikus
Isu pocong berkeliaran di Kulonprogo viral di media sosial. Polisi memastikan kabar tersebut hoaks dan meminta warga tidak panik.
Bareskrim Polri menyelidiki blackout massal di Sumatera setelah putusnya jaringan SUTET di Jambi memicu gangguan listrik luas.
Studi global ungkap gangguan mental kini menjadi penyebab utama kecacatan dunia dengan hampir 1,2 miliar penderita.
Timnas Iran resmi pindahkan markas latihan Piala Dunia 2026 dari Arizona ke Tijuana, Meksiko. Mehdi Taj sebut langkah ini imbas ketegangan geopolitik.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.