Bintik Hitam Muncul di Usia 30? Kenali Hiperpigmentasi dan Solusinya
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sela Festival Gerobak Sapi, di Lapangan Watuadeg Wukirsari Cangkringan, Minggu (20/8/2023). Ist/humaspemkabsleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Keberadaan alat transportasi tradisional gerobak sapi perlu terus dilestarikan. Selain untuk daya tarik wisata, keberadaan gerobak sapi menjadi wadah kreatifitas para bajingan (pengemudi gerobak sapi).
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pun mengapresiasi dan mendukung kegiatan festival gerobak sapi yang diikuti oleh para bajingan. Dia berharap kegiatan ini menjadi sarana untuk melestarikan dan mempromosikan alat transportasi tradisional gerobak sapi.
BACA JUGA: Sambut HUT RI, Pemuda Glagahmalang Gelar Festival Gerobak Sapi
Selain itu, kata Danang, festival tersebut dapat menjadi wadah bagi para peternak dan bajingan untuk berkreasi menghias gerobak sapi dan mencari bibit pejantan betina sapi Jawa.
“Dengan adanya kegiatan ini dapat menambah populasi sapi jawa dan memotivasi semangat para peternak sapi. Apabila gerobak sapi menang nanti dapat juga meningkatkan harga jual sapi-sapinya yang tentunya memiliki pengaruh ekonomi,” jelasnya di sela Festival Gerobak Sapi, di Lapangan Watuadeg Wukirsari Cangkringan, Minggu (20/8/2023).
Festival digelar untuk merayakan Ulang Tahun ke-15 Paguyuban Gerobak Sapi Pangrekso Andhini Karyo dan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Hewan UGM serta memeriahkan HUT RI ke 78. Selain Danang, hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Dekan FKH UGM bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni UGM, Aris Haryanto.
Danang menyampaikan bahwa Sleman memiliki banyak komunitas gerobak sapi (badjingan), sehingga even seperti ini dapat menjadi wadah untuk menunjukan kreativitas dalam menghias gerobak sapi dan menunjukkan keunggulan sapi-sapinya.
Ketua Paguyuban Pangrekso Andhini Karyo, Tri Haryono mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan dan mulai diadakan kembali tahun 2023 setelah sempat vakum karena pandemi covid-19. Ia menambahkan bahwa Festival ini adalah kerjasama paguyuban dengan FKH UGM dan telah ditandatangani dengan MoU.
BACA JUGA: Ingin Piknik Bareng Bajingan? Ini 4 Wisata Gerobak Sapi di Jogja
“Pada tahun ini dari undangan yang disampaikan sejumlah 80, terdapat 76 gerobak sapi yang hadir dan berasal dari beberapa paguyuban gerobak sapi se-Kabupaten Sleman,” jelasnya.
Dalam festival ini juga menggelar lomba bagi para bajingan untuk gerobak sapi dengan hiasan dan kreasi terbaik kemudian sapi pejantan dan betina terbaik yang akan dinilai dari tim dosen FKH UGM.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hiperpigmentasi sering muncul di usia 30+. Kenali penyebab, jenis, dan cara efektif mencegah bintik hitam pada kulit.
Pemerintah segera terbitkan aturan baru e-commerce yang mengatur transparansi biaya marketplace dan perlindungan UMKM serta seller.
Kemnaker membuka pendaftaran Bantuan TKM Pemula 2026 dengan dana Rp5 juta untuk mendukung usaha mandiri masyarakat.
Pria di Pacitan menjadi korban penyiraman cairan kimia saat hendak ke pasar. Korban mengalami luka bakar dan dirujuk ke rumah sakit.
Konsultan keuangan Elvi Diana meminta OJK memperketat screening dan edukasi publik guna mencegah maraknya investasi ilegal.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.