Ratusan Pelajar Bantul Diajak Keliling Museum Sepanjang 2026
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Sejumlah produk unggulan yang ditampilkan dalam acara festival bazar Jogja Muslimah Preneur di PDIN Jogja pada Sabtu (26/8/2023)-Harian Jogja/ Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Pelaku industri kecil dan menengah di Jogja yang bergerak di sektor kuliner, fesyen dan turunannya antusias menyambut upaya pemerintah mewujudkan pariwisata halal. Potensi pasar di sektor tersebut dinilai cukup menjanjikan bagi tumbuh kembang ekonomi kreatif serta pengembangan bisnis.
Presiden Jogja Muslimah Preneur Aulia Hijriastuti menjelaskan, untuk mendukung agenda pariwisata halal dan kuliner yang bersertifikat pihaknya telah mempersiapkan diri dengan beragam pelatihan dan sosialisasi. Dengan begitu kesiapan para anggota yang tergabung dalam komunitas itu lebih optimal.
"Dari komite juga sering mengajak ya agar mereka urus sertifikat halal dan ketika sudah keluar wajib halal mereka ga bingung lagi mencari karena sudah disiapkan dari sekarang," ujarnya dalam festival bazar yang digelar di PDIN Jogja, Sabtu (26/8/2023).
Menurutnya, kerja sama dengan instansi penyelenggara sertifikat halal dan pihak kampus juga kerap dijalankan agar para anggota bisa mempersiapkan diri. Antusiasme anggota, kata dia cukup besar dalam mendukung agenda tersebut.
"Yang mengurus legalalitas sudah cukup banyak juga ya karena sekarang kan banyak juga konsumen yang sudah sadar tentang keamanan makanan dari segi halal," katanya.
Aulia menambahkan, total ada sebanyak 600 anggota yang tergabung dalam Jogja Muslimah Preneur. Mereka tersebar di wilayah DIY dan sebagian Jawa Tengah. Adapun produk yang dihasilkan rata-rata berasal dari sektor kuliner dan fesyen serta sebagian jasa agensi. Ke depan pihaknya akan mendorong agar para anggota bisa naik kelas.
Agenda di PDIN Jogja itu turut ditampilkan puluhan usaha dan bisnis yang digeluti oleh para anggota. Mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, produk kesehatan, dan sejumlah pelatihan. Kehadiran PDIN sebagai pusat pengembangan industri kecil dan menengah diharapkan turut berperan dalam mewujudkan pengusaha naik kelas.
"Peran PDIN ini sangat penting juga ya dalam mengembangkan bisnis dan IKM, ini bisa kita pakai sebagai fasilitas dalam membranding produk dan pengembangan usaha, lokasi juga strategis di tengah kota," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Bantul mengajak 400 pelajar dan komunitas mengikuti program belajar keliling museum sepanjang 2026.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.
Gelombang gugur massal landa wakil Indonesia di 16 besar Malaysia Masters 2026. Jonatan Christie (jojo) jadi satu-satunya harapan tersisa di perempat final.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa konfirmasi batal berangkat haji 2026 bersama keluarga. Tegaskan bukan karena perintah Presiden Prabowo.
Duta Besar Belanda Marc Gerritsen sangat terkesan dengan pengalaman bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.