Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Gelaran tari di Jonggrang Expo yang digelar pada Sabtu (26/8/2023)/ist- Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Mengusung tema Prambanan Nyawiji Bergerak Maju, Kapanewon Prambanan, Sleman menggelar Jonggrang Expo sebagai bagian dari peringatan ke 11 tahun Keistimewaan DIY. Lomba jathilan menjadi penampilan spesial yang merupakan salah satu potensi Kapanewon Prambanan.
Panewu Prambanan, Siti Wahyu Purwaningsih, Sabtu (26/8/2023) mengungkapkan ada beragam kegiatan yang diadakan untuk memeriahkan Jonggrang Expo tahun ini. Digelar selama dua hari, 26-27 Agustus 2023 di Taman Perdamaian Prambanan, masyarakat dapat menikmati berbagai penampilan pentas seni. Di antaranya pentas seni teater, langen carito, ketoprak hingga grup salawat.
Tak hanya itu, digelar juga pameran dari 52 stan Forkom UMKM Prambanan. Lomba jathilan menjadi salah satu penampilan spesial pada ekspo ini. Lomba jathilan dipilih menjadi penampilan spesial di Jonggrang Expo mengingat potensinya yang ada di Kapanewon Prambanan. Siti menceritakan kesenian ini banyak tumbuh di Prambanan, bahkan ada kalurahan yang memiliki lebih dari satu kelompok jathilan.
"Potensi ini perlu kita dukung bersama. Sehingga diberikan ruang untuk berekspresi dan menggali potensi-potensi baru dari para seniman jathilan," kata Siti.
Jonggrang Expo didukung melalui Dana Keistimewaan senilai Rp100 juta. Siti berharap dukungan ini dapat terus dikembangkan di tahun berikutnya untuk memperluas daya tarik Kapanewon Prambanan di sektor pariwisata.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menilai Jonggrang Expo mencari agenda positif yang perlu dukungan seluruh pihak. Menurut Kustini, pentas budaya yang menjadi salah satu kegiatan dalam ekspo perlu dilestarikan oleh generasi penerus.
BACA JUGA: Tak Kunjung Dapat Lahan TPST, Pemkot Usul Pengadaan Alat Pembakar Sampah
"Terima kasih atas dukungan dari bapak ibu semua yang telah bersama nguri-uri kebudayaan kita. Mari kita lestarikan bersama agar tidak punah begitu saja," katanya.
Prambanan sebagai salah satu tujuan destinasi wisata dinilai Kustini diharapkan dapat terpromosikan lewat pameran ini.
"Terlebih lagi Kapanewon Prambanan memiliki daya tarik wisata yang tinggi. Dengan pelaksanaan agenda ini semoga dapat sekaligus mempromosikan kebudayaan kita dan meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.
Paniradya Pati Kaistimewan DIY, Aris Eko Nugroho menerangkan Peringatan 11 Tahun Keistimewaan DIY mengangkat tema Adheganing Amerta. Tema tersebut diharapkan dapat menjadi media untuk melestarikan kebudayaan Jawa.
DIY kata Aris, memilih ruh berupa budaya. Maka dari itu, dukungan keistimewaan DIY ini diharapkan dapat semakin menghidupkan roh DIY dan memberikan dampak kepada masyarakat luas.
"Ngarsa Dalem [Sultan HB X] selalu mengingatkan, bahwa kegiatan ini harus memberikan dampak yang luas kepada masyarakat, hal ini sesuai juga dengan tujuan Keistimewaan DIY," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Normalisasi Jalan Selokan Mataram Sleman dilanjutkan. Sebanyak 11 bidang lahan akan dibebaskan pada 2027 untuk pelebaran jalan.
Kualitas tidur berperan penting menjaga kesehatan otak. Kurang tidur dapat memengaruhi memori, konsentrasi hingga fungsi kognitif.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Presiden Prabowo menunjuk Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria pada 1 Oktober 2026 setelah sebelumnya menjabat Wakapolri.
Kabut asap menurunkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi. Enam penerbangan mengalami keterlambatan hingga pukul 11.00 WIB.