Pamerkan 30 Karya Seniman, Jogja Komik Week 2026 Usung Tema Merayakan Bahasa Gambar
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY resmi membuka Yogyakarta Komik Week 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Selasa (8/9/2026).
Kolaborasi Jugangan Kiai Peduli Sampah dan Pemuda LDII DIY. /Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Permasalahan darurat sampah saat ini memerlukan solusi mendesak. Dalam rangka bersinergi dengan program pembangunan Pemda DIY, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY melalui Kyai Peduli Sampah kini menggandeng pemuda untuk mengambil aksi nyata “Jugangan Ing Omah” alias Jugangin Om pada skala terkecil masyarakat, yakni rumah tangga jamaah. Upaya ini sebagai amal saleh (ibadah kebajikan) yang murah, sederhana dan membumi.
Prinsipnya memisahkan sampah organik dan anorganik mulai dari rumah tangga jamaah secara mandiri dan terdidik. Sampah organik seperti daun, sampah dapur dan sejenisnya jangan sampai dibuang keluar rumah, apalagi dibakar. Dengan demikian, volume sampah dapat berkurang minimal 30% sebagaimana harapan Gubernur DIY beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: LDII Luncurkan Kiai Sampah
Amal saleh “Jugangan Ing Omah (Jugangin Om)” diresmikan dalam Rapat Kerja Pemuda LDII DIY di Pondok Pesantren Baitussalam, Mantrijeron, Yogyakarta pada Minggu (27/8/2023). Menurut Ketua DPW LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. program ini merupakan wujud nyata komitmen LDII DIY dan Pemuda LDII DIY dalam menanggulangi darurat sampah di Jogja. Secara simbolis, Atus menyerahkan cangkul dan tempat sampah yang melambangkan alat untuk membuat jugangan, sedangkan tempat sampah menjadi wadah sampah anorganik.
“Kami serahkan pacul kepada Pemuda LDII DIY sebagai simbol amal saleh untuk memulai membuat jugangan,” tegas Atus yang banyak belajar urusan persampahan di Jepang saat menempuh S2 dan S3.
Atus meminta pula agar foto jugangannya diviralkan di Instagram dan medsos lainnya dengan hastaq #juganganingomah #programkampungiklim #jogjadaruratsampah, serta disertai nama lokasi jugangannya.
Program "Jugangan Ing Omah" ini sebagai tindak lanjut amal saleh Kiai Peduli Sampah dan Dai Program Kampung Iklim (ProKlim) yang sudah diluncurkan sebelumnya. Dukungan pun datang dari Kepala Biro Bina Mental Spiritual Setda DIY, Ketua Komisi Dakwah MUI DIY, Kanwil Kemenag DIY, Kapus P3 Ekoregion Jawa, Fakultas Kehutanan UGM, Kapolda DIY, dll. Menurut Atus yang pernah aktif sebagai Dewan Shuura Muslim Student Association in Japan (MSAJ) 2012 ini, Jepang memang tidak menggencarkan.
BACA JUGA: LDII Apresiasi Kapolda Turut Wujudkan Masyarakat Taat Hukum
“Jugangan Ing Omah”, namun mereka sukses membuang sampah berdasarkan kalender sampah yang ketat serta fasilitas olah sampah pemerintah daerah yang sangat modern dan tidak mencemari," katanya
“Sudah waktunya kini kita nguri-nguri kembali jugangan yang dulu menjadi andalan simbah-simbah kita. Dahulu sampahnya hanya organik. Makanan dan tempatnya pun organik. Saat ini, plastik, botol, kacanya banyak sekali. Untuk itu, kita memerlukan restorasi jugangan dan edukasi pilah pilih sampah bagi rumah tangga jamaah,” ujar Atus yang aktif mendampingi beberapa calon Kampung ProKlim di DIY.
Timbunan sampah yang tak terkendali di jalanan dan sungai telah mencapai titik kritis, serta mengancam keseimbangan dan kebersihan lingkungan. LDII DIY memandang bahwa tindakan nyata dan kolaboratif adalah solusi mendesak.
Program Jugangan Ing Omah mengajak Masyarakat untuk membuat lubang penimbunan sampah organik di rumahnya masing-masing. Mulai awal tahun ini LDII DIY sudah menginisiasi “Jugangan Ing Omah” di calon Kampung Proklim Sangurejo, Sleman dan program “Dari Sampah Jadi Jariah” mulai dari Bantul sejak tahun 2022.
Seluruh lapisan Masyarakat Yogyakarta, dari pemuda hingga manula diajak untuk bersatu padu dalam menjalankan program-program ini. Melalui sinergi yang kuat dan semangat berbagi inilah LDII DIY berkomitmen senantiasa membangun masa depan Jogja yang semakin bersih, hijau, sehat, dan lestari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY resmi membuka Yogyakarta Komik Week 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Selasa (8/9/2026).
Donald Trump menyebut perundingan AS-Iran masih mungkin terjadi meski Washington tidak sedang mengupayakan perundingan dengan Teheran.
Practical Magic 2 menghadirkan kembali Sandra Bullock dan Nicole Kidman dengan kisah kutukan keluarga Owens dan nostalgia film 1998.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menyoroti penggunaan rokok elektrik atau vape sebagai salah satu sarana peredaran zat berbahaya
DPRD Sleman mendukung Trans Sembada untuk mengatasi kemacetan, tetapi meminta rute diperluas agar akses transportasi umum lebih mudah.
Coco Gauff melaju ke semifinal US Open 2026 setelah mengalahkan Mirra Andreeva 2-6, 7-6 (7), 6-2 dalam laga 2 jam 19 menit.