Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ilustrasi gedung ./Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, JOGJA—Pengadilan Negeri (PN) Jogja memutuskan tiga orang warga Jogja melanggar Perda No.8/2021 tentang Bangunan Gedung lantaran terbukti membangun gedung tanpa dokumen Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Alhasil ketiganya dihukum tujuh hari penjara atau dapat digantikan dengan denda yang variatif.
Terdakwa Octafina Noor Ulfa yang membangun ruko didenda Rp700.000; Stanley Allan Lempoy yang merehab bangunnya didenda Rp500.000; dan Siti Nurhayati yang membangun rumah indekos didenda Rp1 juta.
Ketiga terdakwa tersebut terbukti tak memiliki PBG atas gedung yang mereka bangun. Denda yang disetorkan mereka diperintahkan PN Jogja untuk jadi kas daerah Pemkot Jogja. Terungkapnya pelanggaran tiga terdakwa tersebut lantaran Satpol PP Jogja melakukan operasi penertiban.
BACA JUGA: Indekos di Jogja Tak Punya Izin Hanya Didenda Rp200 Ribu
Kepala Satpol PP Jogja Octo Noor Arafat menjelaskan operasi penertiban yang dilakukannya bersifat yustisi atau penegakan hukum, sehingga pihak yang terbukti melanggar Perda No.8/2021 dibawa ke ranah hukum. “Ini juga jadi pembelajaran bagi seluruh masyarakat yang ingin membangun gedung di wilayah Jogja wajib memiliki PBG,” katanya, Rabu (30/8/2023).
Octo menjelaskan pengurusan PBG di Kota Jogja sangat mudah dan dibantu petugas Dinas Perizinan. “Tidak ada alasan untuk tidak memiliki izin PBG karena itu mengurusnya mudah bisa dibantu petugas,” ujarnya.
Dalam Perda No.8/2021, jelas Octo, izin PBG diperlukan untuk memastikan berbagai hal yang tujuannya membuat pemilik gedung aman dan nyaman. “PBG ini kan menunjukkan teknis gedung itu aman dan nyaman ditinggali, sehingga ini untuk kepentingan masyarakat sendiri, sehingga kami himbau untuk tertib perizinan yang ada,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.