China Luncurkan Shenzhou-23, Astronot Disiapkan Setahun di Orbit
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Pertanian - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Petani di Kabupaten Kulonprogo khususnya Kapanewon Kalibawang dan Nanggulan diimbau untuk segera mengolah sawah agar tidak menghambat petani di wilayah lain terkait dengan pengairan.
Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Kulonprogo juga mengingatkan petani agar melakukan tanam padi tepat waktu. Sub Koordinator Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulonprogo Kirmi di Kulonprogo, Senin (4/9/2023), mengatakan pada masa tanam pertama ini, luas tanam padi di Kulonprogo mencapai 2.798 hektare.
"Petani harus mematuhi pola tata tanam yang diatur dalam Peraturan Bupati Kulonprogo Nomor 35 Tahun 2022 tentang Pola dan Tata Tanam Tahun 2022/2023, sehingga seluruh area sawah dapat teraliri air secara maksimal dan tanam padi tepat waktu," kata Kirmi, Senin (4/9/2023).
Ia mengatakan wilayah dan luas lahan yang memasuki masa tanam, yakni Kalibawang seluas 587 hektare, Nanggulan 648 hektare, Lendah 392 hektare, Panjatan 340 hektare, dan Galur 702 hektare. Selanjutnya, Girimulyo seluas 65 hektare, Samigaluh 49 hektare, Sentolo 10 hektare, dan Pengasih dua hektare.
"Kami mengimbau petani di Kalibawang tidak menghambur-hamburkan air dengan menunda-nunda pengolahan lahan karena petani di wilayah paling hilir juga membutuhkan air untuk mengolah lahan sawahnya supaya dapat segera menanam padi," katanya.
BACA JUGA: FIFA Dikabarkan Beri Sanksi Wasit Final Piala AFF U-23, Ini Faktanya
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Trenggono mengatakan penanaman padi pada September seluas 2.798 hektare, pada Desember 2023 akan mulai panen raya.
"Kabupaten Kulonprogo diuntungkan dengan adanya Perbup Tata Tanam, sehingga kebutuhan air dapat diatur, hama penyakit dapat dikendalikan, kekeringan juga minimalis," katanya.
Ia mengatakan berdasarkan realisasi panen sampai dengan bulan Agustus 2023, dan asumsi panen sampai dengan Desember 2023, luas panen total Kabupaten Kulonprogo 2023 diprediksikan sebesar 17.069 hektare dengan produksi 115.716 ton atau setara dengan 72.061 ton beras.
"Jumlah penduduk Kabupaten Kulonprogo sebesar 443.053 jiwa, dan angka konsumsi beras per kapita per tahun sebesar 80,57 kg per kapita per tahun, maka kebutuhan beras di Kabupaten Kulonprogo 35.697 ton, sehingga masih surplus 36.905 ton beras," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.