Roby Dwi Antono, Commission Artist ARTJOG 2026 ARS LONGA: GENERATIO
berbasis di Yogyakarta, Roby memulai praktik berkaryanya dengan menghadirkan dunia visual yang dipenuhi karakter khas, seperti kelinci, anak-anak, dan hewan
Anggota Komisi D DPRD DIY, Stevanus C. Handoko (tengah) memaparkan materinya dalam Sosialisasi Program Beasiswa Pendidikan Menengah di Kemantren Mantrijeron, Jogja, Senin (4/9/2023)./Istimewa
JOGJA—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY terus menyosialisasikan program Beasiswa Pendidikan Menengah kepada masyarakat. Lewat sosialisasi, diharapkan masyarakat bisa mengajukan diri melalui sekolah, kemudian sekolah mengusulkannya ke Disdikpora DIY.
“Data yang diusulkan tersebut akan kami verifikasi dan validasi. Setelah itu akan terbit SK Gubernur soal data siswa yang memperoleh beasiswa pendidikan menengah,” kata Staf Seksi SMA Disdikpora DIY, Haryoko dalam Sosialisasi Program Beasiswa Pendidikan Menengah di Kemantren Mantrijeron, Jogja, Senin (4/9/2023).
Haryoko menjelaskan ada tiga jenis beasiswa yang bisa diakses masyarakat, khususnya bagi siswa sekolah menengah di DIY, yakni beasiswa Kartu Cerdas, Jaminan Kelangsungan Pendidikan (JKP), dan Beasiswa Retrieval.
Beasiswa Kartu Cerdas dikhususkan bagi pelajar SMA dan SMK dari kalangan tidak mampu dengan total yang dianggarkan sebesar Rp21,75 miliar dengan sasaran 14.500 siswa. Setiap tahunnya, siswa mendapatkan Rp1,5 juta per tahun.
Sementara JKP dikhususkan bagi siswa kurang mampu yang masih memiliki tunggakan di sekolah baik sekolah negeri maupun swasta dengan total anggaran Rp2,4 miliar dan target sasaran 600 orang. Setiap orang nantinya mendapatkan bantuan maksimal Rp4 juta.
Adapun, Beasiswa Retrieval yang dikhususkan bagi lulusan SMP/MTs atau siswa drop out (DO) yang belum bersekolah di sekolah lanjutan atau SMA/SMK.
Lewat beasiswa ini, Disdikpora DIY memberikan kesempatan siswa untuk melanjutkan sekolah dengan biaya Rp3 juta per tahun per siswa. Dengan total yang dianggarkan sebesar Rp1,2 miliar, beasiswa ini menyasar target 100 siswa SMA dan 300 siswa SMK.
Haryoko mengatakan ketiga beasiswa tersebut sudah berjalan sejak Januari dan sampai saat ini sudah terserap setengahnya. “Tinggal data pengajuan Juni-Desember masih proses pendataan dan verifikasi,” katanya.
BACA JUGA: Sosialisasi Program Beasiswa Pendidikan Menengah Menyasar Masyarakat Umum
Selama proses pendataan dan verifikasi, masyarakat diminta segera melaporkan jika ada anak yang tidak sekolah atau siswa dari kalangan warga miskin yang kesulitan biaya.
Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi D DPRD DIY, Stevanus C. Handoko mengapresiasi program beasiswa pendidikan menengah yang sudah dirancang bersama dengan DPRD tersebut.

Untuk itu, Dewan akan terus mendorong Disdikpora DIY meningkatkan program tersebut baik dari sisi sasaran maupun anggarannnya. Pasalnya, masih banyak warga yang perlu mendapatkan bantuan pendidikan.
“Dari data yang ada, angka kemiskinan DIY yang masih di angka dua digit yang berkorelasi dengan kemampuan warga dalam mengakses pendidikan,” ucap dia.
Evaluasi Output
Tidak hanya menganggarkan program beasiswa pendidikan menengah, tetapi politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini juga mendorong Pemda DIY untuk mengevaluasi outputnya. “Jangan cuma mendorong siswa untuk selesai sekolah sampai tingkat atas, tetapi juga perlu diperhatikan setelah lulus. Supaya tidak menimbulkan pengangguran baru,” kata dia.
Soal pengangguran, kata Stevanus, berdasarkan data Bappeda DIY, beberapa waktu lalu bahwa angka pengangguran untuk lulusan SMA dan SMK cukup tinggi. “Disdikpora tak hanya melihat ijazah yang sudah selesai atau yang sudah lulus, tetapi bagaimana lulusan bisa diterima masyarakat, yang harusnya bisa kerja ya kerja. Yang bisa melanjutkan sekolah lagi ke tingkat lebih tinggi bisa melanjutkan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
berbasis di Yogyakarta, Roby memulai praktik berkaryanya dengan menghadirkan dunia visual yang dipenuhi karakter khas, seperti kelinci, anak-anak, dan hewan
Surat mutasi palsu mengatasnamakan Kepala BKPPD Gunungkidul beredar di lingkungan puskesmas. ASN diminta waspada terhadap modus penipuan.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Jerman 2026 usai crash di Sachsenring. Simak klasemen terbaru yang masih dipimpin Manuel Gonzalez.
Kia tarik 500 ribu SUV Telluride di AS karena sakelar kursi bisa picu kebakaran. Gagal diperbaiki dua kali, kini Kia pasang sekering elektronik.
Ada 15 jenis colokan dunia! Indonesia pakai Type C & F, Amerika Type A, Inggris Type G. Kenapa tidak diseragamkan? Simak sejarah dan faktanya di sini.
Sampah mulai mencemari kawasan Jembatan Kabanaran Kulonprogo hingga masuk saluran irigasi. DLH mengingatkan PKL dan pengunjung lebih peduli kebersihan.