Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Petugas kepolisian berpatroli di Pantai Parangtritis belum lama ini. - ist/Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menyebut sampai dengan awal September tahun ini jumlah pendapatan asli daerah (PAD) sektor wisata baru tercapai 33% dari target tahunan yang berada di angka Rp50 miliar.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi menjelaskan, angka itu dipastikan masih akan bertambah lantaran masih ada sejumlah event pengungkit yang nantinya akan diselenggarakan demi menggaet wisatawan.
"Kami tetap optimistis target sebanyak Rp50 miliar PAD sepanjang 2023 bisa tercapai meskipun sekarang baru 33 persen dari target," ujarnya Selasa (5/9/2023).
Menurut Ipung, begitu dia kerap disapa, beberapa agenda daya tarik wisata yang nantinya diselenggarakan pasti diramaikan wisatawan. Apalagi sekarang masih musim liburan bagi wisatawan mancanegara sampai dengan September ini.
"Masih ada dua agenda yang akan kami selenggarakan. Pertama Symphoni Gumuk Pasir di bulan September dan kemudian Festival Lampion bulan Oktober," ujarnya.
BACA JUGA: 2 Penghuni Terakhir di Bukit Kembang Dijanjikan Relokasi oleh Pemkab Gunungkidul
Menurut Ipung, target PAD sektor wisata tahun ini naik dibandingkan tahun lalu yang berada di angka Rp30 miliar. Kenaikan target ini diupayakan lantaran pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung pulih.
"Setiap tahun kami upayakan selalu naik setelah pandemi Covid-19 reda. Kita optimistis sektor pariwisata kembali bergeliat dan bangkit," katanya.
Kawasan pantai, kata dia masih menjadi salah satu spot wisata yang menjadi primadona di Bumi Projotamansari. Jumlah kunjungan ke wilayah itu terutama Parangtritis selalu naik di akhir pekan.
Sepanjang 28 Agustus-3 September kemarin total ada sebanyak 39.996 wisatawan yang berkunjung ke seluruh destinasi wisata di Bantul. Jumlah itu meraup PAD sebanyak Rp385 juta lebih atau naik sekitar 15,8% dibandingkan periode sebelumnya.
"Sementara pada akhir pekan lalu di tanggal 1-3 September total ada 28.666 kunjungan dengan PAD sebesar Rp276 juta lebih atau naik sebesar 15,7 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
DPAD DIY dan DPRD DIY menggelar bedah buku Perubahan Kecil Dampaknya Besar untuk mendorong budaya membaca dan perubahan positif di masyarakat.
Guruh Soekarnoputra wafat pada usia 73 tahun. Ruth Sahanaya, Memes, Anne Avantie hingga Rizman Gumilang mengenang sang maestro.
Gagal bayar pinjol memiliki sejumlah risiko, mulai dari penagihan, denda, riwayat kredit hingga persoalan wanprestasi. Ini langkah menghadapinya.
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.