Pembukaan Cupu Panjala, Muncul 34 Gambar, Ada Semar hingga Pulau Sulawesi
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Petugas Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul saat melihat pengembangan budidaya bawang merah di sekitar rumah di Kalurahan Kedungkeris, Nglipar. Foto diambil Kamis (7/9/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul terus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di sekitaran rumah. Selain itu untuk memperkuat ketahanan pangan, juga bisa sebagai sarana meningkatkan pendapatan.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan lahan di sekitar perkarangan rumah jangan dibiarkan kosong. Hal ini dikarenakan saat dimanfaatkan maka bisa mendatangkan hasil dari yang ditanam.
Dia tidak menampik, isu krisis pangan menjadi pembahasan utama. Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan program pemanfaatan lahan perkarangan untuk pertanian. “Makanya kami terus mendorong agar lahan tidak dibiarkan kosong. Jadi, harus diolah agar produktif,” kata Raharjo, Jumat (8/9/2023).
Menurut dia, jenis yang ditanam tak harus melulu tanaman pangan. Pasalnya, lahan dapat ditanami berbagai tanaman hortikultura seperti bawang merah dan lain sebagainya. “Pasti ada manfaatnya karena bisa menambah penghasilan,” katanya.
BACA JUGA: Bausasran Jaga Ketahanan Pangan dengan Kampung Sayur
Raharjo mengungkapkan, proses pemanfaatan lahan di sekitaran perkarangan rumah untuk budidaya pertanian sudah ada yang berhasil. Salah satunya dilakukan oleh Sudomo, 72, warga Kedungkeris, Nglipar. Lansia ini berhasil mengembangkan budidaya bawang merah di area seluah 550 meter persegi. “Hasil bawang merah bagus dan panenya sudah ditawar Rp12 juta. Tentunya ini memiliki nilai manfaat yang baik,” kata Raharjo.
Kepala Bidang Perkebunan dan Hortikultura, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Adinoto mengatakan, prospek tanaman hortikultura di Gunungkidul sangat bagus dan hingga sekarang terus dikembangkan. Ia pun mendukung upaya pemanfaatan lahan perkarangan rumah untuk budidaya bawang merah. “Saya kira bisa karena perkarangan di Gunungkidul masih banyak yang kosong. Dengan pengembangan ini bisa surplus, tentunya warga juga bisa mendapatkan hasilnya,” kata Adinoto.
Dia menjelaskan, budidaya bawang merah di Gunungkidul mencapai 50 hektare. Adapu rinciannya lahan seluas 30 hektare berada di Kapanewon Semin. Sedangkan untuk Kapanewon Ngawen dan Semanu masing-masing sepuluh hektare. “Untuk hama gangguan saat ini sedikit sehingga hasil dari budidaya bisa lebih optimal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 34 gambaran muncul saat Cupu Panjala dibuka di Gunungkidul. Simak rincian gambar dan pesan lurah serta Bupati Gunungkidul.
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
Polisi menangkap suami siri dalam kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak asal Bogor di Madiun. Penyidik masih mendalami motif dan mencari jasad korban.
BPS mencatat harga beras medium dan premium naik 0,16% pada pekan keempat Oktober 2026. Harga premium nasional melampaui HET semua zona.
Magelang Flower Festival 2026 berlangsung 25 Oktober–1 November dengan pameran tanaman hias, kontes, city tour gratis, dan Magelang Ethno Carnival.
DPRD Sleman menekankan pola asuh, pemenuhan gizi, sanitasi, dan layanan kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah stunting.