Ruang Digital Bisa Menjadi Pintu Masuk Kekerasan Seksual pada Anak
Ruang digital semakin lekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, terdapat ancaman yang mengintai.
Suasana pentas musik pada acara puncak Gunungsewu Festival di kawasan Embung Api Purba Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul Sabtu (9/9/2023) malam./Harian Jogja-David Kurniawan
GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata DIY menggelar acara Gunungsewu Festival di Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Sabtu (9/9/2023).
Kegiatan ini sebagai sarana menyosialisasikan pentingnya keberadaan Geopark Gunungsewu. Gunungsewu Festival berjalan meriah karena ribuan pengunjung memadati kawasan parkir di Embung Nglanggeran yang masih satu kawasan dengan Gunung Api Purba.
Acara ini tidak hanya diisi talkshow tentang Geopark, tetapi juga ada pameran UMKM. Selain itu, juga ada acara pentas musik yang menandai puncak acara dalam pelaksanaan Gunungsewu Festival.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata DIY, Kurniawan mengatakan Gunungsewu Festival digelar untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Diharapkan dengan kegiatan ini memberikan dampak jangka panjang, terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi bagi seluruh masyarakat lokal. “Tentunya para pengunjung juga dapat merasakan manfaatnya,” kata Kurniawan, Sabtu petang.
Dia menjelaskan, kegiatan ini tak hanya sebatas hiburan. Namun, pengunjung juga bisa melihat pameran geopark sehingga menjadi wahana edukasi tentang pentingnya Geopark Gunungsewu untuk terus dijaga dan dilestarikan. “Geopark harus dijaga dan dipertahankan, apalagi sudah masuk dalam jaringan UNESCO Global Geopark,” katanya.
Dia menambahkan, Gunungsewu Festival juga menjadi rangkaian peringatan Keistimewaan DIY. Sebelum acara ini digelar juga sudah dilaksanakan kegiatan lain seperti Festival Cokelat dan Mountain Bike Gunung Api Purba Nglanggeran. “Kegiatan ini akan diselenggarakan secara rutin. Harapannya supaya masyarakat semakin memahami dan tersosialisasi dengan baik apa pentingnya Geopark Gunungsewu,” katanya.
BACA JUGA: Ratusan Peserta Ramaikan Nglanggeran Mountain Bike 2023
Ketua Kelompok Sadar Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Mursidi menyambut baik diselenggarakannya Gunungsewu Festival. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pelaku wisata dan masyarakat di sekitar kawasan wisata di Nglanggeran. “Sangat bagus dan harapannya bisa diselenggarakan rutin setiap tahunnya,” kata Mursidi.
Salah seorang pengunjung Gunungsewu Festival, Hanafi mengatakan sangat senang dengan penyelenggaraan acara pada malam Minggu yang berjalan meriah. Ia rela datang malam-malam dari Wonosari bersama dengan keluarga untuk menyaksikan festival ini.
“Saya datang bersama anak dan istri. Acara meriah sambil hitung-hitung mengenang masa muda,” kata Hanafi. Menurut dia, acara tidak hanya diisi dengan pentas musik karena juga ada pameran UMKM, kuliner hingga pameran tentang Geopark Gunungsewu. “Tidak hanya ada hiburan saja, tapi juga ada edukasi tentang geopark,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ruang digital semakin lekat dengan kehidupan anak-anak. Namun, di balik kemudahan akses tersebut, terdapat ancaman yang mengintai.
Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul bakal melakukan kajian untuk pengembangan sports tourism dengan potensi dimiliki.
Grand Finals FFNS 2026 Fall digelar di GSP UGM, Jogja. Sebanyak 12 tim memperebutkan tiket menuju FFWS SEA 2026 Fall.
Harga mentimun di Wonogiri melonjak hingga Rp8.000 per kg. Petani berpeluang meraih omzet Rp24 juta dalam satu musim tanam.
Satpol PP Kota Jogja menertibkan 91 coffee street sepanjang 2026. Dua pelaku usaha disidang tipiring karena melanggar aturan.
Sejumlah parpol di Sukoharjo menyampaikan keprihatinan atas kasus Etik Suryani. Mereka berharap perkara ini menjadi pembelajaran dan evaluasi bersama.