Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Penyerang muda PSS Sleman, Hokky Caraka saat berlaga di skuat Tim Nasional Indonesia U23./Istimewa-PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Kembali hadirnya penyerang muda PSS Sleman, Hokky Caraka di skuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 diapresiasi pelatih kepala PSS Sleman, Marian Mihail.
Pria berpaspor Rumania tersebut menolak anggapan kembalinya Hokky ke skuat Garuda Muda lantaran peran dirinya yang sering menurunkan Hokky di sebelas pertama PSS Sleman.
"Sejatinya menurut saya bukan itu, Hokky memang layak untuk bermain di Timnas Indonesia U-23 karena dia adalah pemain muda yang sangat menjanjikan," tegas Mihail seusai memimpin latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Senin (11/9/2023).
Kelayakan Hokky yang disebut Mihail memang sepantasnya masuk dalam skuat Timnas Indonesia U-23, dibuktikan dengan satu buah gol ke gawang Taiwan dalam laga beberapa waktu lalu. Gol tersebut kata Mihail, menjadi bukti bahwa Hokky menjadi punggawa yang penting dalam permainan.
"Kita bisa melihat dia berhasil mencetak satu gol melawan Taiwan. Itu membuktikan bahwa dia adalah pemain yang penting. Tidak hanya untuk PSS Sleman, tapi juga untuk negara ini," kata dia.
BACA JUGA: Timnas Indonesia U-17 Segera ke Jerman untuk Pemusatan Latihan
Kepada pemain pemilik nomor punggung 20 di Tim Indonesia U-23 itu, Mihail memberikan wejangannya agar tetap bekerja keras dan membumi. "Saya memberikan saran untuk Hokky agar tetap bekerja keras dan tetap membumi," ungkapnya.
"Saya juga meminta Hokky terus berkontribusi kepada tim PSS Sleman untuk membantu meraih hasil yang baik di laga kompetisi musim ini."
Kontribusi Hokky Caraka dan bek tengah PSS asal Lebanon, Jihad Ayoub di timnas masing-masing juga mendapatkan perhatian dari pelatih berusia 67 tahun tersebut. Menurut Mihail, performa keduanya akan menjadi masa depan yang bagus bagi PSS Sleman.
"Saya berharap semoga makin banyak pemain PSS yang menjadi pilar di Tim Nasional. Seperti contohnya Borneo FC Samarinda yang telah menyumbangkan tiga pemainnya ke Timnas Indonesia senior dan empat pemain di Tim Indonesia U-23," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.