Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja, BANTUL—Jajaran Polres Bantul menangkap lima orang yang diduga terlibat pengeroyokan yang menimpa Fajar Waskita, 27, warga Karangtalun, Imogiri, Bantul di Jalan Raya Barongan tepatnya di Padukuhan Balakan, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon, Jetis Kabupaten Bantul pada Kamis (14/9/2023) sekitar pukul 21.30 WIB. Salah satu dari rombongan pengeroyok adalah mantan pacar dari istri korban.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jefrry mengatakan setelah korban membuta laporan resmi ke Polres Bantul pada Jumat (15/7/2023) siang, penyidik langsung bergerak cepat untuk menangkap pengeroyok yang menyebabkan korban mengalami luka tusukan senjata tajam jenis pisau lipat di bagian kepala dan lebam di bagian punggung serta wajah.
"Usai menerima laporan, penyidik langsung bergerak dan menangkap lima orang pelaku yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap korban," katanya, Sabtu (16/9/2023).
Jeffry tidak belum bisa merinci identitas lima orang pelaku yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebutm namun ia tidak menampik satu di antara pelaku adalah berinisial GL warga Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri.
Dalam pemeriksaan sementara terhadap para pelaku oleh penyidik terungkap bahwa GL melakukan pemukulan terlebih dahulu terhadap korban sebanyak tiga kali dan korban membalas pelaku sebanyak dua kali hingga membuat GL
“Tak terima terlapor [GL] jatuh tersungkur, teman-teman terlapor melakukan pengeroyokan terhadap korban. Bahkan terlapor sempat menusuk kepala korban dengan senjata jenis pisau lipat yang menyebabkan korban mengalami luka dibagian kepala," jelasnya.
BACA JUGA: 13.000 Siswa di Jogja Sudah Deteksi Dini Kesehatan, Ini Penjelasan Dinkes
Lebih lanjut Jeffry menjelaskan bahwa sebelum terjadinya pengeroyokan pelaku mendatangi kos milik korban dan istrinya. Karena gaduh kemudian pemilik kos menyarankan agar permasalahan diselesaikan di luar kos.
“Saat itu dipilihlah penyelesaian masalah di rumah orang tua korban di Karangtalun, Imogiri namun dalam perjalanan tiba-tiba terlapor melakukan pemukulan hingga berakhir dengan pengeroyokan,"ungkapnya.
Jeffry belum bisa menjelaskan motif dari pengeroyokan tersebut. Namun ia menduga terkait asmara. "Yang jelas untuk motifnya adalah asmara. Terlapor dengan korban sudah saling kenal. Sebab terlapor adalah mantan pacar dari istri sah korban. Namun masalah asamaranya seperti apa hingga terjadi pengeroyokan masih didalami oleh penyidik,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
WhatsApp luncurkan fitur kirim foto terbaru di iPhone tanpa tutup ruang chat. Simak tampilan menu Recents baru khusus pengguna iOS.
Liverpool dan Adidas meluncurkan jersey kandang musim 2026/2027 bernuansa retro era juara liga 1989-90 dengan teknologi CLIMACOOL+.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.