Bank Jateng Borong Penghargaan Infobank 2026
Bank Jateng kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang “15th Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026.
Warga antusias periksa kesehatan setelah mengumpulkan sampah di rumah sampah Ponpes Nur Aisyah Pulo Kadang, Bantul dalam rangka Sedekah Sampah Akbar LDII DIY./ Istimewa
BANTUL—Memilah sampah dari rumah memerlukan sinergi bersama pada level terkecil masyarakat. Edukasi, penyadaran dan pendampingan secara bertahap diperlukan sembari menunjukkan hasilnya. Hal inilah yang telah diinisiasi oleh Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) DIY dengan menggerakkan amal saleh (kebajikan) Kyai Peduli Sampah dan Dai Program Kampung Iklim (ProKlim).
Dengan dukungan Komisi Dakwah MUI DIY, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Jawa, Kanwil Kemenag DIY dan Fakultas Kehutanan UGM. Para pihak tersebut berperan penting dalam rangka membumikan “Jugangan Ing Omah” (Jugangin Om), “Dari Sampah Jadi Jariah”, dan “Sedekah Sampah Akbar”.
Selama ini, sampah terkesan kotor, bau dan tidak bernilai uang, sehingga masyarakat mencampur dan membuangnya. Padahal sampah bisa menjadi sedekah amal jariah, bahkan alat bayar. Sebagaimana program “Periksa Kesehatan Bayar Pakai Sampah” di Ponpes Nur Aisyah Pulo Kadang, Bantul dan Masjid Ummu Dani Salamah (Masdanis) Sambisari, Sleman, Minggu (17/9/2023)
“Kotor, basah dan bau itu gara-gara sampah dicampur. Coba saat terpilah dan kering, sampah akan bersih dan bisa menjadi uang,” jelas Ketua LDII DIY, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. saat memantau pemeriksaan Kesehatan di Ponpes Nur Aisyah Pulo Kadang, Ponpes Al Barokah Kranggan, Bantul dan sekretariat DPW LDII DIY.
Warga yang memeriksakan kesehatannya merasa senang karena gratis dan hanya membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah. Begitu pula Dukuh Sambisari, Kapanewon Kalasan, Bayu Setyo Nugroho, berkat difasilitasi cek kesehatannya.
Sementara itu, Lurah Murtigading, Kapanewon Sanden Drs. Bambang Triyanto, M.Pd. dan Lurah Sumberagung, Kapanewon Jetis, Yudi Fahrudin, S.E. mengapresiasi dan berharap program ini tetap dijaga dan dilestarikan terutama oleh generasi muda.
“Terima kasih kepada LDII, program Sedekah Sampah Akbar sangat sejalan dengan program pemerintah, yakni Bantul Bebas Sampah 2025,” ungkap Bambang, purna tugas guru SMA Taruna Nusantara.
“LDII luar biasa sekali dapat melaksanakan dan mengembangkan program pilah sampah yang mana disamping bernilai ekonomis, namun turut menyelamatkan lingkungan,” ujar Yudi.
Kegiatan Sedekah Sampah Akbar ini mendapatkan doa dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum MUI DIY dan Wakil Sekretaris Dewan Masjid Indonesia DIY. Menurut Atus, Sedekah Sampah Akbar berbasis masjid di LDII akan terus diselenggarakan melengkapi aktivitas bank sampah Pemkot Yogyakarta dan Rumah Sampah Pemda Bantul. Kegiatan ini turut pula membentuk karakter bersedekah, cinta lingkungan, serta melatih kemandirian dan kreasi generasi muda. Mereka pun semakin menyadari bahwa kini sampah tak lagi kotor, namun sarana berkreasi untuk menghasilkan uang dan bersedekah. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Jateng kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih tiga penghargaan dalam ajang “15th Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Kamis 28 Mei 2026 lengkap semua stasiun, tarif Rp8.000 dan jadwal keberangkatan pagi hingga malam.
Investor kripto Indonesia dinilai makin rasional dan tak lagi sekadar FOMO. Literasi blockchain dan strategi investasi mulai meningkat.
Menlu Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo tetap berkunjung ke Prancis saat Iduladha untuk memenuhi undangan Macron.
Penjualan tiket kereta KAI selama libur Iduladha 2026 menembus 911 ribu tiket. Yogyakarta hingga Bandung jadi tujuan favorit penumpang.
Seorang pria di Salatiga meninggal dunia diduga akibat serangan jantung saat membantu proses kelet sapi kurban di Masjid Darul Solikhin.