99 Bakal Calon Ikuti Pilur Gunungkidul, 3 Kalurahan Seleksi Tambahan
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul akan memperpanjang status siaga darurat kekeringan. Kebijakan ini diambil karena musim kemarau masih berlangsung hingga awal November mendatang.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, status siaga darurat kekeringan sudah ditetapkan awal Juli 2023. Sesuai dengan kebijakan dari bupati, status ini akan berakhir pada 30 September mendatang.
“Statusnya berlangsung selama tiga bulan dan akan berakhir bulan ini,” katanya, Senin (25/9/2023).
Meski demikian, Purwono mengakui, di akhir September ini musim kemarau belum berakhir. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi kemarau akan lebih lama lagi.
Oleh karenanya, status siaga darurat yang ditetapkan bakal diperpanjang. Menurut dia, perpanjangan direncanakan berlangsung hingga 31 Oktober 2023.
“Semua sangat situasional. Kalau masih butuh, maka bisa diperpanjang lagi,” katanya.
BACA JUGA: Unik! Sumur Bor di Semin Gunungkidul Mengalirkan Air 4 Tahun Tanpa Henti
Ia menjelaskan, dengan ditetapkannya status siaga darurat kekeringan, maka BPBD bisa mendapatkan tambahan dana untuk penyaluran air bersih. Purwono mengakui di tahun ini memiliki anggaran untuk penyaluran sebanyak 1.000 tangki.
“Ya kalau dana regular habis, maka bisa meminta tambahan melalui alokasi belanja tak terduga. Tapi, untuk sekarang fokus penyaluran masih menggunakan dana milik BPBD,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi menambahkan, salah satu pertimbangan siaga darurat kekeringan diperpanjang dikarenakan dampak kekeringan yang semakin meluas. Di sisi lain, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga awal November.
“Jadi untuk antisipasi, maka siaga darurat kekeringan diperpanjang,” katanya.
Disinggung mengenai peningkatan status menjadi tanggap darurat, Sumadi mengakui kebijakan tersebut belum masuk pembahasan. Menurut dia, status siaga masih bisa untuk mengatasi masalah kekeringan di Gunungkidul.
“Belum ada rencana menaikan status. Yang jelas, bantuan ke Masyarakat masih terus berlangsung dan anggaran di BPBD juga masih mencukupi sehingga belum meminta tambahan melalui BTT,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Dua anak pejuang leukemia menjalani pengobatan di RSUP Dr. Sardjito. BPJS Kesehatan membantu meringankan biaya terapi sehingga keluarga fokus mendampingi.
Kongres XI WUJA 2026 di Jogja diikuti lebih dari 1.000 alumni Jesuit dari berbagai negara. Sultan HB X mengajak memperkuat persaudaraan dan kepemimpinan berbasi
Kemantren Umbulharjo memperluas gerakan pilah sampah dari rumah. Pemkot Jogja menargetkan pengurangan sampah organik melalui Mas JOS.
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Geely Coolray resmi meluncur di GIIAS 2026. SUV turbo 174 PS ini dibanderol mulai Rp333 juta dan siap bersaing dengan Honda HR-V hingga Hyundai Creta.