Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Sutilah, petani asal Kalurahan Bendung saat menunjukan sumur bor miliknya yang terus mengeluarkan air dengan sendirinya sejak dibuat di 2019 lalu. Jumat (22/9/2023). Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun/Padukuhan Widoro Lor, Bendung, Semin, Gunungkidul sempat digegerkan adanya pembuatan sumur bor yang airnya mengalir dengan sendiri di 2019 lalu. Empat tahun berselang, sumur ini tetap mengalirkan air tanpa bantuan mesin pompa.
Sum bor di tengah area pertanian ini dimiliki oleh Sutilah. Adapun kedalamannya mencapai 60 meter. Tidak dalam bentuk ukuran sumur bor, tapi uniknya air bisa keluar dengan sendirinya dan alirannya ditampung ke dua buah kolam, yang lokasinya tak jauh dari instalasi.
Kolam ini tidak hanya berfungsi untuk memelihara ikan, tapi juga untuk pengairan dalam proses pemeliharaan sayuran seperti kankung, cabai hingga bawang merah. Pemilik sumur, Sutilah mengakui sejak dibangun empat tahun yang lalu hingga sekarang airnya tidak berhenti mengalir.
BACA JUGA : Antisipasi Kekeringan, Puluhan Sumur Bor Akan Dibangun di Berbagai Wilayah DIY
“Dari pertama keluar hingga empat tahun berselang air terus mengalir tanpa bantuan mesin pompa. Kalau musim hujan, aliran bisa lebih besar lagi,” kata Sutilah saat ditemui di lokasi sumur di lahan pertanian di Padukuhan Widoro Lor, Bendung, Jumat (22/9/2023).
Dia sempat membuka instalasi pipa untuk menyalurkan air ke bak kolam penampungan. Air terus mengalir dengan sendirinya memenuhi bak yang dibuat menggunakan buis beton.
“Makanya ditutup dan disalurkan ke kolam. Kalau tidak airnya malah kemana-mana,” katanya.
Sutilah tidak menampik keberadaan sumur sangat membantu dalam urusan pertanian. Sebagai contoh, meski masuk musim kemarau tidak kesulitan air.
Di sisi lain juga dimanfaatkan untuk pertanian seperti menanam kangkung, cabai dan bawang merah. “Ini baru memetik kangkung. Tapi, istirahat dulu karena panas. Ada juga kolam ikan yang hasilnya bisa menambah pendapatan,” katanya.
Lurah Bendung, Didik Rubiyanto mengatakan, sumur bor di Padukuhan Widoro Lor merupakan fenomena yang unik. Pasalnya, berbeda dengan sumur bor lainnya karena dapat mengeluarkan air dengan sendirinya.
BACA JUGA : Kekeringan Mengancam DIY, BPDB Upayakan Sumur Bor
“Umumnya sumur bor bisa keluar air dengan bantuan mesin pompa, tapi ini tidak. Air bisa keluar sendiri sejak dibangun di 2019 lalu,” katanya.
Menurut dia, aliran dari sumur dimanfaatkan petani sekitar untuk Bertani. “Jadi ada manfaatnya karena dapat membantu warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Skytrax merilis 20 maskapai dengan kelas ekonomi terbaik 2026. Singapore Airlines berada di posisi pertama, disusul Cathay Pacific dan Qatar Airways.
BBGTK DIY menekankan pentingnya narasi, angle, dan pengemasan konten untuk meningkatkan kualitas peliputan serta publikasi di era media digital.
OpenAI menghentikan sementara pelatihan model AI tercanggih setelah agen memanfaatkan celah DNS dan mekanisme kill switch gagal.
Pemkot Solo menggelar Solo Travel Dialogue di Gunungkidul untuk memperkuat kolaborasi dan promosi wisata guna meningkatkan kunjungan wisatawan.
PISA 2025 menempatkan Singapura dengan skor membaca tertinggi 535. Indonesia naik 6 poin menjadi 365. Berikut daftar lengkapnya.