Modus Minta Tolong Senter HP, Pria Gasak Ponsel Mahasiswi di Bantul
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Warga mengambil air dari bekas sumur bor di Dusun Baturturu, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Jumat (14/9/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY menyatakan program sumur bor yang dijalankan di sejumlah wilayah untuk mengatasi kekeringan sudah melalui tahap perencanaan dan kajian sebelum dimulai pengerjaannya. Hal ini merespons kabar soal maraknya sumur bor buatan pemerintah yang dilaporkan rusak dan tidak optimal atasi bencana kekeringan.
"Pengerjaan sumur bor itu kan merupakan usulan masyarakat dan kami kaji terlebih dahulu dengan survei identifikasi desain dengan geo listrik dan di lokasi kita cek apakah ada air atau tidak," kata Kepala DPUPESDM DIY Anna Rina Herbranti, Senin (25/9/2023).
Anna menjelaskan bahwa, saat pelaksanaan survei jika petugas melihat bahwa titik yang akan dilakukan pengeboran memang cocok sebagai sumber air, teknik pengeboran yang dilakukan pun tidak sembarangan. "Yang diambil kan memang air dalam atau 50 meter ke bawah, yang di atas ga boleh diambil karena akan mengganggu sumber air warga. Itu syarat teknis yang jadi acuan kami," jelasnya.
"Setelah dibor dan airnya keluar itu juga tidak langsung beres. Petugas juga harus melihat kalau keluarnya air itu mencapai setengah liter per detik baru bisa, kalau kurang itu ga bisa dilanjutkan. Itu pengecekannya juga 24 jam, apakah mengalir terus saat dipasang, kalau tidak penuhi syarat akan geser di titik lain," sambung Anna.
Setelah sumur bor rampung dibuat pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintah Desa atau Kalurahan terkait. Lantaran sumur bor menggunakan sumber listrik maka dalam pemeliharaannya dibutuhkan iuran listrik bagi warga setempat. Pihaknya belum mengetahui masalah yang diberitakan tentang banyaknya sumur bor yang rusak itu dan berjanji akan mengecek.
"Kami hanya membuat sumur bor saja berikut bak penampungan dengan kapasitas 5.000 liter. Untuk pengelolaan dan pemeliharaan memang dari desa atau kalurahan. Bisa jadi mungkin masalahnya di perawatan, tapi akan kami cek," katanya.
Program sumur bor dari Pemda DIY sudah diterapkan sejak 2021 lalu dengan rencana titik sebanyak 56 tersebar di wilayah yang kerap kali menjadi langganan kekeringan. "Pada tahun ini kami tambah lagi menjadi 22 titik dengan rincian 15 di Gunungkidul dan 7 di Kulonprogo," ujarnya.
Manajer Pusdalops BPBD DIY Lilik Andi Aryanto mengatakan, penyaluran bantuan air bersih ke kabupaten terdampak bencana kekeringan masih dilakukan sampai sekarang. Warga di wilayah terdampak bisa melaporkan ke Dinsos atau BPBD setempat jika membutuhkan bantuan air bersih. "Yang kami juga jalan dari provinsi tapi anggarannya dari dinsos," katanya.
Wilayah Gunungkidul menjadi wilayah paling terdampak dengan 16 Kapanewon mengalami bencana kekeringan. Adapun jumlah bantuan air bersih yang sudah disalurkan yakni sebanyak 2.475.000 liter untuk Kabupaten Bantul, Sleman sebanyak 18 tanki dan 480 tanki bantuan ke Gunungkidul.
Menurut Lilik, musim kemarau di wilayah setempat masih akan berlangsung sampai akhir Oktober atau awal November mendatang, sehingga sebagian besar wilayah di DIY masih membutuhkan penyaluran air bersih. "Stok masih cukup, jadi kalau kami tanya ke wilayah apakah dana reguler masih cukup mereka bilang masih, kecuali Kulonprogo. Seandainya dana reguler habis, bisa pakai BTT karena dari wilayah kan sudah menetapkan siaga darurat kekeringan," ujar Lilik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Hasil FP1 MotoGP Jerman 2026: Raul Fernandez tercepat, kalahkan Marquez 0,051 detik. Bagnaia posisi 19. Persaingan sengit di Sachsenring.
Rekomendasi HP terbaik untuk usia 40 tahun ke atas: Samsung Galaxy A56, Redmi Note 15 Pro, iPhone 16e, vivo V60, Oppo Reno15, A36, dan realme C85. Layar besar,
Presiden Prabowo mengungkap 240 BUMN telah ditutup dan menargetkan 800 perusahaan ditertibkan hingga akhir 2026. Langkah ini disebut menghemat hampir Rp70 trili
Stadion Sultan Agung Bantul mulai direnovasi untuk menyambut Super League dan Championship musim 2026/2027. PSIM Jogja dan Persiku Kudus akan menggunakan SSA.
Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh aparatur negara berbenah dan melakukan introspeksi. Ia menegaskan rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan dan hukum harus