SPMB 2026 Rampung, Seluruh Kuota SMA dan SMK Negeri Sleman Terisi
Seluruh rombel SMA dan SMK Negeri di Sleman terisi penuh setelah tahapan pemenuhan cadangan SPMB 2026 selesai.
Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah aktivitas vulkanik terpantau terjadi di Gunung Merapi. Selama kurang lebih enam jam, beberapa gempa guguran dan dua guguran lava tercatat oleh petugas Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Tim Penyusun Laporan Aktivitas Gunung Merapi BPPTKG, Ahmad Sopari melaporkan hasil pantauan aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Jumat (29/9/2023) mulai pukul 06.00 - 12.00 WIB. Dari rentang periode tersebut Ahmad melaporkan terjadi 29 gempa guguran dengan amplitudo 3-22 mm. Gempa guguran Ini berdurasi 15,76-142,28 detik.
Selain gempa guguran petugas juga mencatat ada 129 gempa fase banyak/hybrid dengan amplitudo 2-17 mm. Durasi gempa ini berkisar antara 5,16-8,12 detik). "Terjadi tujuh gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 25-80 mm dan durasi 8,52-13,72 detik," terangnya.
Secara umum cuaca Gunung Merapi menurut pantauan Ahmad cerah dan beragam. Angin bertiup ke arah barat. Adapun suhu udara di kawasan Gunung Merapi berada di angka 25,8-28 derajat celcius dengan kelembaban udara 44-51,4 persen dan tekanan udara 768-920,7 mmHg.
"Teramati guguran lava dua kali dengan jarak luncur maksimum 1200 meter ke arah selatan (Kali Boyong)," tambahnya.
BACA JUGA: Ratusan Warga Margodadi Seyegan Alami Krisis Air Bersih
Berdasarkan pantauan di atas tingkat aktivitas Gunung Merapi masih ditetapkan pada level III atau Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer dan Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal tujuh kilometer.
Sementara potensi bahaya guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.
Dari hasil pantauan ini, masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. "Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," tandasnya. (Catur Dwi Janati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seluruh rombel SMA dan SMK Negeri di Sleman terisi penuh setelah tahapan pemenuhan cadangan SPMB 2026 selesai.
Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap audit BPK di Muara Enim dan mengaku telah menyampaikan seluruh informasi.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Pemkab Bantul dan Baznas menyalurkan bantuan modal usaha Rp2 juta bagi warga miskin ekstrem untuk memperkuat UMKM dan mengurangi kemiskinan.
Kelurahan Keparakan, Jogja melatih warga bertani hidroponik untuk memanfaatkan lahan sempit sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Tiga proyek strategis Pemkab Gunungkidul memasuki tahap penandatanganan kontrak, termasuk pembangunan Kantor Dinas Kesehatan dan Aviary Dome.