BPBD Gunungkidul Kaji Sinkhole Tileng Bersama Tim Undip
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Aktivitas pariwisata di Kawasan Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus beberapa waktu lalu. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul resmi menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Hingga akhir tahun pemasukan dari retribusi wisata hanya dipatok Rp24,8 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Nur Sulistyowati mengatakan penurunan target PAD wisata tertuang dalam pembahasan APBD Perubahan 2023. Sebelum adanya pembahasan, pendapat yang masuk ditarget sebesar Rp28,9 miliar.
Namun demikian, sesuai dengan kesepakatan bersama antara bupati dengan DPRD, maka ada penurunan target sekitar 14%. Hal ini berarti target yang harus dicapai sebesar Rp24,8 miliar hingga akhir tahun. “Memang ada penurunan target PAD dari sektor kepariwisataan,” kata Nur, Minggu (1/10/2023).
Adanya target baru setelah pembahasan APBD Perubahan 2023, pihaknya akan berupaya memenuhi target tersebut. Hingga akhir September, pendapatan yang masuk sudah mencapai Rp17,1 miliar. “Kami terus berusaha agar target baru ini bisa terpenuhi,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengoptimalkan PAD dari retribusi masuk Kawasan wisata.
Selain terus melakukan promosi destinasi wisata di Bumi Handayani, juga ada upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia atau petugas penarik retribusi. Diharapkan dengan pembinaan secara berkelanjutan bisa berdampak terhadap upaya-upaya optimalisasi PAD.
Adapun langkah berikutnya dilakukan dengan pengawasan secara berkala. Inspeksi mendadak dipersiapkan untuk memantau dan memastikan penarikan sesuai dengan ketentuan di tempat pemungutan retribusi (TPR). “Sidak akan dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran,” katanya.
BACA JUGA: Temanggung Mengejar Target Kualitas Produksi Kopi
Windu berharap dengan upaya yang dijalankan maka sektor PAD wisata bisa terpenuhi. “Masih ada waktu hingga akhir tahun dan kami berusaha agar target bisa terpenuhi,” katanya.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, penurunan target PAD wisata terpaksa harus dilakukan. Dia menjelaskan, opsi penurunan dilakukan berkaitan dengan capaian pendapatan yang diperoleh.
Selain itu, juga ada pertimbangan perbaikan jalan Jogja-Wonosari dinilai akan memberikan pengaruh terhadap tingkat kunjungan wisata. “Makanya target diturunkan dengan menyesuaikan kondisi riil dalam perkembangan capaian PAD di sektor ini,” kata Putro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menggandeng tim ahli Undip untuk mengkaji sinkhole di Tileng, Girisubo, yang terus melebar di area pertanian warga.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.