PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Aktivitas pariwisata di Kawasan Pantai Indrayanti di Kalurahan Tepus, Tepus beberapa waktu lalu. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul resmi menurunkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Hingga akhir tahun pemasukan dari retribusi wisata hanya dipatok Rp24,8 miliar.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Nur Sulistyowati mengatakan penurunan target PAD wisata tertuang dalam pembahasan APBD Perubahan 2023. Sebelum adanya pembahasan, pendapat yang masuk ditarget sebesar Rp28,9 miliar.
Namun demikian, sesuai dengan kesepakatan bersama antara bupati dengan DPRD, maka ada penurunan target sekitar 14%. Hal ini berarti target yang harus dicapai sebesar Rp24,8 miliar hingga akhir tahun. “Memang ada penurunan target PAD dari sektor kepariwisataan,” kata Nur, Minggu (1/10/2023).
Adanya target baru setelah pembahasan APBD Perubahan 2023, pihaknya akan berupaya memenuhi target tersebut. Hingga akhir September, pendapatan yang masuk sudah mencapai Rp17,1 miliar. “Kami terus berusaha agar target baru ini bisa terpenuhi,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan sudah menyiapkan beberapa langkah untuk mengoptimalkan PAD dari retribusi masuk Kawasan wisata.
Selain terus melakukan promosi destinasi wisata di Bumi Handayani, juga ada upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia atau petugas penarik retribusi. Diharapkan dengan pembinaan secara berkelanjutan bisa berdampak terhadap upaya-upaya optimalisasi PAD.
Adapun langkah berikutnya dilakukan dengan pengawasan secara berkala. Inspeksi mendadak dipersiapkan untuk memantau dan memastikan penarikan sesuai dengan ketentuan di tempat pemungutan retribusi (TPR). “Sidak akan dilakukan untuk memastikan tidak ada kebocoran,” katanya.
BACA JUGA: Temanggung Mengejar Target Kualitas Produksi Kopi
Windu berharap dengan upaya yang dijalankan maka sektor PAD wisata bisa terpenuhi. “Masih ada waktu hingga akhir tahun dan kami berusaha agar target bisa terpenuhi,” katanya.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Gunungkidul, Putro Sapto Wahyono mengatakan, penurunan target PAD wisata terpaksa harus dilakukan. Dia menjelaskan, opsi penurunan dilakukan berkaitan dengan capaian pendapatan yang diperoleh.
Selain itu, juga ada pertimbangan perbaikan jalan Jogja-Wonosari dinilai akan memberikan pengaruh terhadap tingkat kunjungan wisata. “Makanya target diturunkan dengan menyesuaikan kondisi riil dalam perkembangan capaian PAD di sektor ini,” kata Putro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Coba 4 gerakan olahraga ringan setelah bangun tidur selama 5–10 menit untuk membantu tubuh lebih bugar, lentur, dan siap beraktivitas.
Jadwal KRL Solo Jogja terbaru hari ini Rabu 29 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
AS melarang impor robot humanoid dan inverter baru asal Tiongkok demi melindungi keamanan nasional serta infrastruktur AI domestik.
Jadwal salat Jogja Rabu 29 Juli 2026 untuk Kota Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkidul berdasarkan Kemenag.
Kasus ISPA di Bantul masih mencapai ribuan hingga Juni 2026. Dinkes mengimbau warga menerapkan PHBS dan memakai masker saat musim kemarau.