Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tumpukan karung beras memenuhi kios salah satu pedagang beras di Pasar Wates pada Jumat (20/3/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 24 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari bulog telah disalurkan ke sejumlah pedagang di pasar-pasar Bantul. Pemkab Bantul masih akan menyalurkan beras ini ke pasar-pasar kecil lainnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana, menjelaskan hingga saat ini penyaluran beras SPHP sudah berlangsung di Pasar Bantul, Niten, Imogiri dan Barongan. “Pagi ini tadi di pasar Imogiri dan Barongan,” ujarnya, Kamis (5/10/2023).
Untuk pasar-pasar besar, setiap pasar dijatah sebanyak 8 ton beras SPHP. Dari empat pasar yang sudah menerima tersebut, hingga saat ini total sudah ada 24 ton yang disalurkan. “Total sudah 24 ton yang disalurkan,” kata dia.
Selanjutnya pihaknya masih akan menyalurkan beras SPHP ke sejumlah pasar lainnya. “Kalau pasar pantauan yang belum tinggal Pijenan. Tapi kami masih mengajukan di pasar Pundong, Kretek, dan beberapa pasar kecil lain dengan cara digabung,” paparnya.
BACA JUGA: Operasi Pasar Digencarkan di DIY untuk Menekan Harga Beras
Untuk pasar-pasar kecil, pihaknya memberikan jatah beras SPHP sebanyak 2 ton per pasar. Beras SPHP ini merupakan stok dari bulog yang dikemas dalam karung 5 kg seharga Rp51.000. Setiap pedagang diberikan kuota maksimal 2,5 kuintal.
Ia memastikan beras SPHP kualitasnya termasuk medium dan kondisinya bagus. Dengan penyaluran ini ia berharap bisa membantu masyarakat di tengah mahalnya harga beras. “Harapan kami bisa sedikit membantu terhadap ketersediaan bahan pangan, sehingga tidak terjadi inflasi, kerisauan, kegundahan,” kata dia.
Berdasarkan data di website resmi Pemkab Bantul, harga beras di minggu terakhir September yakni Rp13.400 untuk beras premium dan Rp12.600 untuk beras medium. Kenaikan harga beras sudah terjadi cukup lama dan hingga saat ini belum ada penurunan.
Meski demikian ketersediaan beras di Bantul saat ini masih aman untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan data dari sumber yang sama, pada minggu pertama Oktober, ketersediaan beras sebanyak 2.365 ton dengan kebutuhan beras 1.575 ton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.