Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Bupati Sunaryanta saat menyalurkan bantuan beras kepada warga di Kapanewon Paliyan. Senin (9/10/2023). /istimewa-humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta meminta kepada Masyarakat untuk tidak menjual beras bantuan yang diberikan. Hal ini disampaikan saat menyalurkan bantuan sosial beras kepada warga di Kapanewon Paliyan, Senin (9/10/2023).
“Jangan dijual. Bantuan diberikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Senin.
Menurut dia, bantuan beras yang diberikan selama tiga bulan. Tahap pertama disalurkan pada September lalu dan sekarang memasuki penyaluran tahap kedua.
“Penyaluran sampai November. Di setiap penyaluran, warga penerima manfaat memeroleh beras seberat sepuluh kilogram,” katanya.
BACA JUGA : 53.500 Keluarga di Kulonprogo Disasar Bantuan Beras
Sunaryanta menambahkan, total penerima bansos beras di Kapanewon Paliyan sebanyak 4.963 keluarga penerima manfaat. Jumlah ini tersebar di tujuh kalurahan meliputi Mulusan, Karangasem, Karangduwet, Sodo, Giring, Pampang dan Grogol.
“Terus kami monitoring untuk memastikan sampai ke sasaran dan kualitasnya tetap terjaga,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi. Menurut dia, penyaluran beras bantuan dari badan pangan nasional dilakukan oleh Bulog.
“Bantuan langsung diberikan oleh penerima manfaat,” katanya.
Dia menjelaskan, monitoring dilakukan agar penyaluran dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. “Sudah ada data penerimanya dan itu menjadi dasar untuk penyaluran ke Masyarakat,” katanya.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, penerima bantuan pangan beras di Gunungkidul ada 100.860 keluarga. Jumlah ini merupakan akumulasi penerima bantuan pangan non tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Dia menjelaskan, penyaluran di Gunungkidul sudah dilaunching di Kalurahan Pringombo di Kapanewon Rongkop pada 11 September 2023. Rencanaya bantuan diberikan selama tiga bulan kepada keluarga penerima manfaat.
“Sampai November dan mudah-mudahan penyaluran bantuan di Gunungkidul bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
KAI Daop 6 mengimbau penumpang tiba lebih awal pada 28 Oktober 2026 untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi mahasiswa.
KPK memeriksa empat pegawai BNPB sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana siap pakai. Penyidik sebelumnya menyita barang bukti senilai Rp5,47 miliar.
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Teddy Indra Wijaya menyebut 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.