Disbud Bantul Kenalkan Sejarah Wonokromo dan KRT Sumodiningrat
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Suasana pementasan Sendratasik berjudul Sandyakala Bimantara di Performance Hall FBSB UNY pada Sabtu (14/10/2023)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Gadjah Mada menggelar Festival Seni Budaya Miarsa Nayanika yang merupakan kolaborasi seni drama, tarian dan musik.
Festival Seni Budaya Miarsa Nayanika adalah salah satu rangkaian kegiatan dari Festival Gadjah Mada (FGM) yang tahun ini mengangkat tema Bimantara Catha Rubeda.
Head of Project Festival Gadjah Mada 2023, Ari Qoirul Setyawan menerangkan bila FGM tahun ini dimeriahkan dengan dua rangkaian festival. Festival yang memuat seni budaya dan festival musik.
"Pada tahun ini pula FGM akan dimeriahkan melalui rangkaian acara Festival Seni Budaya Miarsa Nayanika dan juga festival musik Prasama Amarta," kata dia, Sabtu (14/10/2023).
Tema Bimantara Catha Rubeda diangkat menjadi tajuk dalam FGM bukan tanpa alasan. Tema tersebut diangkat untuk menyuarakan bila jiwa yang hebat kudu didukung kreativitas.
"Pada tahun ini Festival Gadjah Mada mengangkat tema Bimantara Catha Rubeda yang berarti jiwa yang hebat didukung dengan kreativitas untuk menghadapi berbagai rintangan," jelasnya.
BACA JUGA: Guyon Waton hingga Project Pop Meriahkan Festival Gadjah Mada 2022
Salah satu pertunjukan yang ditampilkan dalam Festival Seni Budaya Miarsa Nayanika ialah pementasan Sendratasik berjudul Sandyakala Bimantara.
Pentas ini mengisahkan seorang pemuda yang hidup pada masa orde baru. Saat kabur dari kejaran aparat, pria bernama Bima tadi mendadak pingsan dan terbangun di tahun 1666 sebagai Sultan dari Kasultanan Bima.
Kisah selanjutnya berisi tentang konflik Bima sebagai pimpinan yang berkuasa menghadapi VOC, sekaligus konflik batin dirinya yang ingin kembali ke masa depan.
"Harapannya kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, namun dapat menjadi sarana apresiasi dan juga edukasi untuk masyarakat umum," ungkapnya.
Ari mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia FGM, kolaborator, para penampilan dan seluruh pihak yang terlibat dalam pementasan. "Semoga di tahun nanti, ke depannya FGM dapat lebih meningkat lagi untuk acara dan keseluruhan konsepnya," tandasnya.
Ketua BEM KM UGM, Gielbran Mohammad menilai pementasan ini merupakan bukti bahwa UGM menyimpan beragam bakat. Bakat itu, lanjut Gielbran selanjutnya mendapatkan kesempatan untuk tampil pada FGM.
"Agenda ini menjadi salah satu bukti, menjadi salah satu kenyataan bahwa ternyata UGM menyimpan berbagai macam bakat dan pada kesempatan malam ini kita bersama-sama menyaksikan bakat-bakat [itu]," tandasnya.
Gielbran juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam festival ini. "Setiap individu, entah itu yang ada di atas panggung ini, maupun teman-teman di belakang panggung, mereka memiliki andil sangat luar biasa dan kita patut mengapresiasi itu," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor