Hari Jadi Ke-81, Jawa Tengah Bertabur Infrastruktur
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Suasana jumpa pers penjelasan program Parade Linimasa yang diselenggarakan TBY dihadiri Kepala TB, Purwiati (tengah); dan dua kurator Linimasa, Elyandra Widharta (kiri), dan Kus Yuliadi (kanan), Senin (16/10/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan mementaskan enam naskah teater lewat program paradeteater Linimasa. Gelaran Linimasa tahun ini merupakan yang keenam kalinya diselenggarakan TBY sejak pertama digelar pada 2018. Lewat Parade Linimasa, seni pertunjukan ini agar terus berkembang dari masa ke masa.
Rencananya, parade teater Linimasa #6 akan digelar di TBY mulai Rabu (18/10/2023) hingga Jumat (20/10/2023).
Sebelum dikurasi tim kuratorial independen tercatat ada 38 kelompok teater di DIY yang mengirimkan proposal pementasannya. Adapun, Linimasa tahun ini mengambil tema seputar ketahanan pangan. Dari hasil kurasi, akhirnya dipilih enam kelompok untuk selanjutnya dibantu produksi pentas teaternya.
Kepala TBY Purwiati menjelaskan seleksi yang dilakukan secara terbuka dan adil. “Kami membaca konsep pementasan, elemen pementasan, dan semacamnya untuk menilai apakah proposal tersebut sudah cukup memadai untuk didukung lewat pendanaan produksi teaternya,” katanya, Senin (16/10/2023).
Purwiati menjelaskan program Linimasa bermaksud untuk terus menelusuri perkembangan kesenian ini di DIY, di mana visinya mempertemukan seniman teater lintas generasi.
“Terpetning bagaimana memfasilitasi generasi muda atau kelompok teater baru agar terus eksis dan bekembang. Pengembangan itu bisa diselenggarakan dengan mempertemukan antar generasi seniman teater untuk berbagi ilmu, ini sesuai dengan visi TBY sebagai laboratorium seni Jogja,” ujar dia.
BACA JUGA: Parade Teater TBY Linimasa #4, Bukan Sekadar Sandiwara
Salah satu kurator Parade Linimasa, Kus Yuliadi menjelaskan pihaknya melakukan kurasi dengan mencoba menghadirkan berbagai generasi dalam program tersebut. “Hasilnya ada kelompok teater berlatar era 1980, 1990an, dan awal milenium. Semuanya akan menampilkan karya terbaiknya yang didukung pendanaan produksi pementasan,” ucapnya.
Kus yang juga dosen teater di ISI Jogja ini menjelaskan berbagai kelompok teater yang muncul di Jogja cukup heterogen. “Meskipun semuanya dari DIY, tetapi ada juga pegiatnya yang dari luar daerah. Ini akan memperkaya teater Jogja, mengingat banyak tumbuh potensi seni di sini,” terangnya.
Kurator lainnya, Elyandra Widharta menjelaskan pertumbuhan teater kini makin meluas, tidak hanya di kalangan seni dan kampus tetapi juga mulai berkembang kelompok teater yang diinisiasi PKK di DIY.
“Perkembangannya sangat cair, seniman teater di Jogja bahkan bisa beraktivitas di dua kelompok teater berbeda, artinya satu sama lain saling terbuka dan kami harapkan makin terakomodasi dengan program Linimasa ini,” ungkapnya.
Bahasa ungkap teater di DIY, menurut Elyandra, juga terus bekembang. “Makin banyak yang memanfaatkan lintas media untuk mengekspresikan keseniannya. Ini pertanda baik karena ada perkembangan yang inovatif,” kata praktisi dan sutradara sekaligus aktor kelompok teater Sedhut Senut itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal penting untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi
Polisi menemukan selisih data manifes KM Mutiara Sentosa II yang terbakar di utara Sumenep. Lima orang meninggal dan lima masih hilang.
Bareskrim Polri mengungkap workshop pengolahan emas ilegal di perumahan Jakarta Utara yang hasilnya diduga diselundupkan ke Hong Kong.
BIGBANG resmi comeback lewat BiiiG setelah empat tahun. Grup ini juga menyiapkan tur dunia XX: Cosmos yang akan singgah di Jakarta
Mini Cooper listrik generasi baru berpotensi meninggalkan penggerak roda depan setelah hampir 70 tahun dan beralih ke roda belakang.
TKA SMA 2026 akan digelar 26 Oktober-8 November. Pelajari kisi-kisi 3 mapel wajib: Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Lengkap dengan kompetensi d