Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul mendorong sekolah penggerak menjadi rujukan bagi sekolah lain untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Berdasarkan catatan Disdikpora Kabupaten Bantul saat ini telah ada 12 SMP, 28 SD, dan 43 TK yang merupakan sekolah penggerak di daerah tersebut.
Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyambut baik atas banyaknya sekolah penggerak yang ada di Kabupaten Bantul. Menurutnya dalam peningkatan kualitas pendidikan, sekolah penggerak dapat berperan sebagai rujukan bagi sekolah lainnya untuk pengembangan hasil belajar peserta didik.
BACA JUGA : Kota Jogja Laksanakan Program Sekolah Penggerak di 2022
“Di Bantul ada banyak sekolah penggerak, ini [sekolah penggerak] harus ada komitmen dan konsistensi, sehingga nanti menjadi rujukan, sekarang belum nampak, kita punya potensi agar menjadikan sekolah penggerak menjadi hebat,” katanya di Ros In Hotel, Senin (16/10/2023).
Sekolah penggerak fokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holsitik dengan cakupan kompetensi literasi dan numerasi, dan karakter. Pembelajaran yang diterapkan dalam sekolah penggerak menggunakan profil pelajar pancasila untuk meningkatkan kemampuan dan karakter siswa.
“Sekolah penggerak [diharapkan] tidak hanya predikat tetapi juga [mendukung] kemajuan dan [menjadi] rujukan bagi sekolah lainnya,” katanya.
Dalam pelaksanaan sekolah penggerak di Bantul, masih diperlukan pendampingan dan peningkatan kapasitas bagai guru yang ada di sekolah tersebut. Para guru sekolah penggerak perlu dibekali dengan kemampuan untuk menghadirkan pembelajaran yang dapat mendorong pengembangan hasil pembelajaran peserta didik.
“Bagaimana gurunya [sekolah penggerak] aktif, inovatif dapat menggerakkan guru di sekolah lain,” katanya.
Dia berharap kurikulum yang diterapkan dalam sekolah penggerak dapat menjadi acuan bagi sekolah lainnya. Sekolah penggerak menerapkan pembelajaran berbasis proyek untuk mendukung pengembangan karakter sesuai dengan profil pelajar pancasila.
Isdarmoko pun berharap sekolah penggerak dapat berprestasi baik akademik maupun non akademis. Karena prestasi masih merupakan salah satu tolak ukur kualitas pendidikan pada suatu sekolah.
BACA JUGA : Guru Penggerak Jadi Kunci Implementasi Merdeka Belajar
“Sekolah kan punya tanggung jawab terhadap hasil, kualitas atau mutu pendidikannya. Itu ukurannya ya prestasi, sejauh mana sekolah itu berprestasi baik bidang akademik atau non akademik,” katanya.
Disdikpora Bantul telah memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas bagi kepala sekolah dan guru di sekolah penggerak untuk mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sekolah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.