Pensiunan TNI Asal Gunungkidul Rasakan Manfaat Program JKN
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Ilustrasi/Antara-Aloysius Jarot Nugroho
JOGJA—Program Guru Penggerak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI terus dikembangkan di seluruh wilayah Indonesia. Di Kota Jogja, program ini baru saja melantik sebanyak 49 Guru Penggerak yang telah lulus Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5.
Program Guru Penggerak merupakan metode pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama enam bulan bagi calon Guru Penggerak. Selama program, guru tetap menjalankan tugas mengajarnya sebagai guru.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Jogja Budi Asrori mengatakan, Guru Penggerak merupakan produk dari Program Guru Penggerak yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) No. 40/2021. Program ini menjadi sebuah jalur kepemimpinan pendidikan ke depan sesuai dengan peraturan tersebut.
Guru Penggerak, kata Budi diharapkan menjadi pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid, serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila.
"Dengan berakhirnya Pendidikan Guru Penggerak [PGP] Angkatan 5 dan Lulusnya 49 guru dari Kota Jogja sesuai surat keputusan No: 0463/B/GT.00.08/2023 dari pusat tentang kelulusan Guru Penggerak Angkatan 5, maka sejak saat itulah peran guru penggerak dimulai," kata Budi, Rabu (1/3/2023).
Budi melanjutkan pengukuhan Guri Penggerak itu merupakan langkah awal membangun kesadaran diri untuk mengoptimalkan potensi dan hasil belajar guru penggerak untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan khususnya di Kota Jogja. Kegitan ini juga sebagai pintu membangun sinergi antara guru penggerak dengan instansi terkait dalam mengimplementasikan Merdeka Belajar.
"Selain Guru Penggerak, di Kota Jogja juga sudah ada beberapa sekolah yang berstatus sebagai Sekolah Penggerak. Pada angkatan 2 lalu terdapat 11 TK, delapan SD, dan tiga SMP, sedangkan pada angkatan 3 terdapat 20 TK, 24 SD dan 10 SMP," ujar Budi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pensiunan TNI asal Gunungkidul, Kidjo, menceritakan pengalamannya menjalani operasi hingga kontrol dengan memanfaatkan Program JKN.
Kadin DIY menyebut kekuatan ekonomi Jogja sebagai “tambang ide”. Riset kampus didorong terhubung dengan industri dan pasar.
Kemenhub mencatat 409 penerbangan terdampak karhutla di Kalimantan pada 14-20 September 2026, naik dari 159 penerbangan
Aldo korban KM Virgo sempat keluar kapal sebelum kembali mengambil tas dan menunggu temannya. Jenazahnya ditemukan setelah 10 hari pencarian.
KPK memeriksa Presiden Komisaris Tempo Scan Group Handojo Selamet Muljadi terkait dugaan pemberian kepada oknum di Imipas.
TNI AU melakukan uji coba terjun payung dari Airbus A400M dalam latihan bersama Angkatan Udara Prancis pada Misi Pegase 2026 di Halim.