Pilur Serentak Bantul, Pendaftaran Calon Dibuka 23 Juli
Pilur serentak di 30 kalurahan Bantul memasuki tahap pemutakhiran data pemilih. Pendaftaran bakal calon lurah dijadwalkan 23 Juli–4 Agustus 2026.
Tim Jihandak Gegana Polda DIY saat melakukan benda mencurigakan yang diduga bom di Jalan Patangpuluhan, pada Rabu (17/10/2023). Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah tas koper diduga berisi bom ditemukan warga di Jalan Patangpuluhan pada Rabu (17/10/2023) sekitar pukul 14.00 WIB. Temuan itu langsung dilaporkan warga ke aparat kepolisian untuk memeriksa langsung benda mencurigakan itu.
Menurut keterangan warga tas koper itu sudah berada di lokasi pekarangan rumah masyarakat sejak pagi hari tanpa diketahui siapa pemiliknya. Lantaran curiga mereka langsung melaporkan insiden itu ke aparat kepolisian untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Setelah mendapat laporan jajaran kepolisian menerjunkan tim Jihandak Gegana Polda DIY untuk mengecek langsung tas koper yang membuat gempar warga itu. Polisi juga memasang garis pengaman di sekitar lokasi kejadian agar steril dari aktivitas warga.
Kapolresta Jogja Kombes Pol Saiful Anwar menjelaskan, pertama kali tas koper yang mencurigakan itu diketahui oleh warga setempat yang langsung melaporkannya ke Polsek terkait. Polsek selanjutnya meneruskan laporan itu ke Polresta Jogja.
BACA JUGA: Dosen ASN Dilarang Ikut Kampanye Pemilu di Kampus
"Tadi kami sudah periksa dengan anggota ke TKP di Patangpuluhan, setelah diperiksa dan memasangi garis polisi kita hubungi tim Jilandak Gegana Polda DIY untuk melakukan pemeriksaan," katanya.
Kombes Pol Saiful menyebut, setelah tim datang dengan atribut pelengkap wilayah itu dipasangi juga dengan garis polisi agar steril. Petugas melakukan pemeriksaan dengan melihat isi di dalam tas koper dan dipastikan tidak ada unsur bom dalam benda mencurigakan tersebut.
"Setelah melakukan olah TKP dan cek tas, ternyata tidak ditemukan rangkaian bom yang diperkirakan masyarakat. Saya tegaskan sama sekali tidak terkait dengan unsur bom," katanya.
Setelah diperiksa oleh petugas, tas koper itu hanya berisi pipa paralon yang dililit dengan kabel. "Memang tasnya berisi paralon yang dililit dengan kabel tapi tidak ada unsur bom dan sudah diamankan oleh petugas," ungkapnya.
Kapolresta memastikan pihaknya masih akan melakukan serangkaian penyelidikan atas kejadian itu untuk mengungkap siapa pelaku dibalik insiden itu serta motifnya. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah kejadian itu termasuk teror atau tidak.
"Yang meletakkan [tas diduga berisi bom] masih kami dalami dan selidiki dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita ketahui pelakunya dan motifnya apa. Belum bisa dipastikan karena kita belum tahu motifnya ya dan akan diperiksa lebih lanjut," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 30 kalurahan Bantul memasuki tahap pemutakhiran data pemilih. Pendaftaran bakal calon lurah dijadwalkan 23 Juli–4 Agustus 2026.
BNPB mencatat 10.407 warga Klaten terdampak kekeringan menerima 1,18 juta liter air bersih selama 15 Juni hingga 13 Juli 2026.
Libur sekolah mendongkrak wisata Sleman hingga 921.851 kunjungan. Wisata alam Merapi, Candi Prambanan, dan Family Recreation Park menjadi favorit.
Kemnaker membuka pendaftaran Program MagangHub Angkatan II Batch I mulai 16 Juli 2026. Registrasi mitra penyelenggara ditutup 15 Juli.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat kontribusinya melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan.
Gogoh Iwak Ceria 2026 di Dadap Sumilir, Kulonprogo, mengajak anak menjauh dari gawai melalui permainan menangkap ikan di alam terbuka.