Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Suasana Taman Yuwono yang terletak di Jalan Dagen Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja. (IST)
JOGJA—Di Sosromenduran, Gedongtengen, Kota Jogja terdapat sebuah taman yang dulunya merupakan semacam ruang terbuka hijau publik dan dimanfaatkan masyarakat setempat untuk rekreasi serta mempercantik kompleks wilayah. Adalah Taman Joewana atau Yuwono yang terletak di Jalan Dagen atau sebelah barat Jalan Malioboro.
Pengelola Kampung Wisata Sosromenduran Edi Subagyo menjelaskan Taman Yuwono ini dulunya dihiasi dengan beragam tumbuh-tumbuhan dan menjadi kebun bunga di wilayah setempat. Awalnya area tersebut merupakan Ndalem atau pemukiman para Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta. "Kemudian pada 1938 era pra kemerdekaan kawasan ini dijadikan perumahan yang dihuni oleh golongan Eropa, China dan Belanda," kata Edi.
Taman Yuwono bentuknya melingkar oval dengan pagar mengelilingi seluruh taman. Pintu masuknya ada dua yaitu di sebelah utara dan selatan berbentuk gerbang atau gapura dengan struktur bangunan bertangga setinggi empat meter dengan lebar tiga meter.
Terdapat ukiran dan sejumlah ornamen pada gapura itu yang di kedua pintu masuknya berbentuk sama. Di bagian paling atasnya berbentuk burung hantu dengan kepakan sayap yang di atas kepalanya terukir kepalan tangan. Kemudian ada penambahan Aksara Jawa dan lambang flora fauna berupa lebah, kadal dan daun menyirip.
"Sekarang taman ini sudah beralih fungsi menjadi lapangan tenis dan sudah ditetapkan menjadi bangunan warisan budaya Kota Jogja," kata Edi.
Edi menambahkan Perumahan Taman Yuwono ada sejak 1938, didirikan pada masa kolonial Belanda. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung harus masuk di tengah permukiman penduduk lokal di keramaian Malioboro. Dulunya tanah tersebut dihuni oleh warga Arab, India, China, Belanda dan orang asing lainnya yang merupakan tanah wakaf dari Keraton Yogyakarta.
"Salah satu keunikan Taman Yuwono ada pada ukiran dan motif lambang yang terdapat pada pintu masuknya. Simbol-simbol ini sangat asing bagi orang jawa," kata dia.
Selain itu, di beberapa rumah di sekitarnya juga kebanyakan memakai patung tangan mengepal di halaman depannya. Kompleks Taman Yuwono ini dibangun oleh seorang pengusaha batik, Prawiro Djuwono, yang juga dekat dengan para pejuang kemerdekaan. Ia meminjamkan sekitar 40-an rumahnya kepada para pejuang itu.
"Kemudian hak milik selanjutnya jatuh ke tangan putra Prawiro, Haji Bilal. Haji Bilal ini juga pengusaha batik yang mengembangkan corak batik Saudagaran di Jogja," jelasnya.
Saat ini hak milik kompleks Taman Yuwono dipegang oleh putra Haji Bilal. Tidak banyak keterangan lebih detail di sini tapi melihat pada peta University of Leiden tahun 1926 komplek perumahan Taman Yuwono ini bekas Ndalem Sosromenduran yang diubah menjadi perumahan pada 1938.
"Tidak ada catatan atau sumber referensi tentang Ndalem ini, hanya kebiasaan penamaan kelurahaan atau kampung di tanah milik Keraton Yogyakarta yang mengacu pada nama pemilik ndalem tersebut. Perumahan Taman Yuwono ini rata-rata juga rumahnya begaya indis," pungkas Edi. (BPKSF)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.
Kebakaran Trans Home Sleman menewaskan diduga dua korban yang ditemukan berdekatan di lantai tiga dan dievakuasi ke RS Bhayangkara.
UMBY menyiapkan akreditasi Unggul dengan meningkatkan mutu, fasilitas, dan SDM, sekaligus mengajukan Magister Manajemen dan S-3 Psikologi.