Pengerukan Tiang Pancang Tol Jogja Bawen Diduga Jadi Penyebab Jebolnya Tanggul Selokan Mataram

Jumali
Jumali Minggu, 22 Oktober 2023 13:47 WIB
Pengerukan Tiang Pancang Tol Jogja Bawen Diduga Jadi Penyebab Jebolnya Tanggul Selokan Mataram

Pekerja proyek jalan tol Jogja-Bawen melintas kawasan proyek di kalurahan Margodadi, Sleman, Kamis (24/8/2023). / Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman menyatakan satu unit rumah dan kolam terdampak jebolnya tanggul Selokan Mataram, di Kadipiro, Margodadi, Seyegan, Sleman Minggu (22/10/2023) pagi. Saat ini, pihak kontraktor tol Jogja-Bawen telah melakukan penanganan di lokasi tanggul jebol dan untuk sementara aliran air Selokan Mataram kembali dimatikan.

"Pihak tol telah menutup menggunakan bagor pasir. Selain itu, aliran Selokan Mataram kini juga sudah dimatikan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Bambang Kuntoro, Minggu (22/10/2023).

BACA JUGA : Tanggul Selokan Mataram Jebol, BPBD Sleman Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Mengenai peristiwa jebolnya tanggul, Bambang memaparkan terjadi pada pukul 02.30 WIB. Adapun penyebab jebol, diduga karena  pengerukan di dekat pondasi selokan untuk pembangunan tiang pancang tol Jogja-Bawen. Tiang pancang tol Jogja-Bawen itu diduga terlalu mepet dengan pondasi. "Ini yang diduga memicu kebocoran di lantai selokan," jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun rumah milik  Lasiam tergenangi air luapan dan beberapa kolam ikan terkena luapan akibat jebolnya tanggul selokan.

Ahli Madya Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (BBWSSO), Rr. Vicky Ariyanti membenarkan jika pihaknya telah membuka kembali aliran air Selokan Mataram pada Sabtu (21/10/2023) malam. Karena tanggul Selokan Mataram, tepatnya di daerah Kadipiro, Margodadi, Sleman, Minggu (22/10/2023) pagi jebol, maka pihaknya terpaksa harus menutup kembali pintu air di pintu Bendung Karangtalun.

"Benar, saat ini pintu Bendung Karangtalun sudah ditutup lagi untuk perbaikan kerusakan di dusun Kadipiro, Margodadi, Sleman," kata Vicky.

Lebih lanjut Vicky mengungkapkan, pihaknya telah menginformasikan kepada Pemkab Sleman melalui BPBD sudah terkait pengaliran kembali air Selokan Mataram yang akan dilakukan pada 1 November 2023 mendatang. "Karena menunggu umur beton penanganan kebocorannya. Di titik lokasi tersebut info dari warga pernah jebol pada tahun 1980 an," jelas Vicky.

BACA JUGA : Tol Jogja Solo dan Jogja Bawen: Dua Tanah Wakaf Terdampak Kantongi Izin Ruislag dari BWI

Mengenai perkiraan pengerjaan tanggul Selokan Mataram yang jebol, Vicky menyatakan jika perkiraan pengerjaan sampai akhir oktober menunggu umur beton K350. "Itu akan dikerjakan pihak jalan tol. Karena titik tersebut tanggul yang menjadi tanggung jawab jalan tol Jogja-Bawen," ungkap Vicky.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online