Prediksi El Clasico Barcelona vs Madrid, Blaugrana Siap Kunci Gelar
Barcelona hanya butuh satu poin saat menjamu Real Madrid di El Clasico untuk memastikan gelar juara Liga Spanyol 2025-2026.
Selokan Mataram Jogja - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Selokan Mataram akhir-akhir menjadi perbincangan masyarakat Jogja. Setelah sempat terpaksa dihentikan alirannya karena dilakukan perbaikan, terbaru Selokan Mataram mengalami jebol di Kadipiro, Margodadi, Seyegan, Sleman.
Dalam sejarahnya Selokan Mataram ternyata merupakan proyek pengalihan yang dilakukan Sri Sultan Hamengku Buwono IX demi menyelamatkan warga Jogja agar tidak diikutkan dalam kerja paksa di zaman penjajahan Jepang.
Selokan Mataram berhulu di Bendungan Karangtalun tepatnya di Dusun Karangtalun, Desa Karangtalun, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang atau di sisi timur Sungai Progo. Bendungan ini terbagi menjadi dua yaitu Selokan Van Der Wijk dan Selokan Mataram. Bendungan Karangtalun dan Selokan Van Der Wijk sudah ada terlebih dahulu yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda.
Berdasarkan situs Cagar Budaya Jogja, Selokan Mataram dibangun pada 1942 dan selesai pada 1944. Jaringan ini mampu menghubungkan Sungai Progo di sebelah barat dan Sungai Opak di sebelah timur. Selokan Mataram oleh pihak Jepang disebut dengan sebutan Gunsei Hasuiro atau Gunsei Yosuiro. Kedua kata tersebut memiliki arti saluran irigasi yang digunakan untuk keperluan militer dan sarana pemasok bahan pangan.
Selokan Mataram memiliki kanal legendaris sepanjang 30,8 km yang mengairi areal pertanian seluas 15.734 ha. Disebut sebagai proyek cerdik Raja Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X untuk menyelamatkan rakyatnya dari kerja paksa romusha yang digulirkan Pemerintah Jepang.
Dengan dalih mampu menyetor lebih banyak hasil bumi sebagai logistik, usulan itu diterima bahkan didanai Jepang lalu dibangun pada 1944. Meski rakyat harus mengerjakan proyek saluran air buatan tersebut, namun mereka tidak terdampak kelaparan dan romusha.
Situs resmi Pemda DIY JogjaProv menuliskan kisah pelaku sejarah dan saksi hidup pembangunan Selokan Mataram bernama Tuban Cokro Sudarmo yang disapa Mbah Cokro. Saat dipekerjaan untuk menggali Selokan Mataram ia berusianya 20 tahun kala. Ia bersama setidaknya 10 orang sepantaran dirinya diminta Lurah setempat kerja bakti membantu saluran irigasi atas perintah Sultan HB IX.
Saat itu ia menggali tanah di area Trini, Trihanggo, Gamping, Sleman yang kini mencapai kedalaman dua kali tinggi manusia dewasa.
"Saya dibawa bersama 10 orang sepantaran saya mencangkul selokan di area Dusun Trini sekarang. Kami bersama-sama berangkat pagi dari rumah dengan berjalan kaki menuju lokasi penggalian lalu pulang menjelang malam," ujarnya Mbah Cokro sebagai dilansir situs resmi Pemda DIY.
BACA JUGA : Ditutup Akibat Tanggul Jebol, Selokan Mataram Akan Dibuka 1 November 2023
Pembangunan Selokan Mataram dibiayai Jepang seharga 1,6 juta gulden, melibatkan lebih dari 1,2 juta buruh yang diupah dan 68.000 pekerja. Selokan Mataram juga disebut Kali Malang untuk menahan jangan sampai ada rakyatnya yang diikut dipekerjakan paksa sebagai romusha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Barcelona hanya butuh satu poin saat menjamu Real Madrid di El Clasico untuk memastikan gelar juara Liga Spanyol 2025-2026.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.