11 Bayi Dievakuasi dari Sebuah Rumah di Pakem Sleman, 3 Sakit
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Pengendara motor sedang melewati Jembatan Gatung Duwet di Padukuhan Duwet II, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, beberapa hari lalu./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulonprogo menggandeng pihak ketiga mulai menyusun perencanaan perbaikan talud Jembatan Duwet, Padukuhan Duwet II, Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang.
Pasalnya, ambrolnya talut beberapa bulan lalu mengancam warga sekitar dan jembatan gantung yang masuk dalam Bangunan Cagar Budaya (BCB) itu.
Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Kulonprogo, Siti Isnaini mengatakan dokumen perencanaan tersebut akan berisi mengenai langkah-langkah perbaikan talud secara detail dengan mempertimbangkan beberapa aspek.
Menurut Isnaini, perencanaan itu akan selesai setidaknya akhir 2023. Dengan begitu, idealnya pada 2024 talud dapat mulai diperbaiki. Tegas dia, jembatan tersebut membahayakan apabila dilewati pengendara utamanya yang membawa beban berat.
“Kalau talud [semakin] ambrol maka keselamatan warga yang lewat terancam. Kami berpikirnya ke situ selain jembatan itu sendiri soalnya cagar budaya kan. Tapi prioritas tetap warga,” kata Isnaini ditemui di kantornya, Senin (23/10/2023).
Katanya, perbaikan tidak dapat serta merta dilakukan. Perlu banyak pertimbangan agar perbaikan tepat sasaran. Hal tersebut penting menyusul sebentar lagi musim hujan akan datang. Dengan begitu, tingkat kerawanan semakin tinggi. “Kalau saya tanya orang teknik itu perbaikan talud setidaknya memakan waktu enam bulan,” katanya.
BACA JUGA: Rampung Lebih Cepat, Perbaikan Jembatan Pekik Jamal Telan Anggaran Rp870 Juta
Situasi saat ini, jembatan yang sempat ditutup tersebut ternyata secara aktif dipakai warga. Beberapa hari lalu, Disbud Kulonprogo menerima surat dari Pemerintah Kapanewon Kalibawang mengenai permohonan pemasangan portal agar warga tidak dapat melintas. Hanya saja, Disbud tidak dapat langsung memasang.
Oleh karena itu, Disbud akan bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo agar melakukan asesmen detail terlebih dahulu. Hasil asesmen itu akan jadi dasar penutupan Jembatan Duwet. “Berdasarkan kajian kelayakan jalan nanti, Jembatan Duwet itu layak tidak sih dilewati. Ini sedang kami buat surat ke DPUPKP,” katanya.
Lebih jauh, Isnaini menjelaskan warga dapat menggunakan Jembatan Kreo dan Ancol meski perlu berputar. Kendati demikian, pilihan tersebut dirasa tepat karena lebih aman dibandingkan melewati Jembatan Duwet.
Sementara itu, Sekretaris Disbud Kulonprogo, Nasip, mengatakan penutupan Jembatan Duwet merupakan kewenangan Polres. “[Waktu itu] Polres dan Dishub sudah menutup dengan water barrier dan memasang tulisan juga. Tetapi saat ini water barrier dibuka oleh warga yang ingin lewat. Nah, yang kami khawatirkan itu ada warga yang lewat dan sambil bawa beban,” kata Nasip.
Nasip berharap warga menyadari tingkat kerawanan atau bahaya dan ancaman apabila melewati Jembatan Duwet. Imbauan baru bisa diberikan karena Pemkab tidak dapat serta merta menutup.
Di lain pihak, Panewu Kalibawang, Hening Nurcahya, membenarkan bahwa pihaknya mengirim surat kepada Disbud Kulonprogo untuk memasang portal. “Berdasarkan masukan masyarakat pada rapat koordinasi Kapanewon Kalibawang pada 11 Oktober 2023 disampaikan bahwa Jembatan Gantung Duwet agar dipasang portal sehingga sepeda motor yang membawa muatan berat tidak dapat lewat guna mengurangi beban jembatan,” kata Hening.
Hening menegaskan bahwa jembatan tersebut sangat riskan dilewati karena dinding jembatan yang retak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.