Pasar Sentul Kehilangan Pembeli, Pedagang Pilih Berjualan di Rumah Warga
Pasar Sentul menghadapi persaingan pedagang yang berjualan di rumah warga. Kemudahan akses dan kebiasaan pembeli menjadi tantangan revitalisasi.
Pemotor melintas di jembatan Pekik Jamal./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rehabilitasi jembatan Pekik Jamal akhirnya selesai. Jembatan yang menghubungkan kapanewon Wates dan Panjatan tersebut direhabilitasi dengan anggaran mencapai Rp870 Juta dengan waktu pengerjaan selama tiga bulan.
Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Antyarsa Ikana Dani mengatakan bahwa kendati kontrak pelaksanaan rehabilitasi sampai Desember 2023 tetapi kegiatan rehab sudah selesai pekan kedua Oktober 2023.
“Pengecoran dilakukan pada September. Pada Jumat, 6 Oktober 2023, pekerjaan masuk pemasangan railling jembatan. Sekarang railing sudah terpasang,” kata Dani, Senin (16/10/2023).
Dani menambahkan jembatan dengan panjang 48 meter tersebut sebenarnya bukan jembatan penyeberangan tetapi jembatan pantau untuk membantu petugas menginspeksi bendung.
Hanya saja dia tidak mempersoalkan apabila warga juga menggunakan jembatan tersebut untuk akses. Pasalnya, jembatan selebar 2,5 meter itu menghubungkan dua wilayah yaitu Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Wates, dengan Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo.
“Peruntukannya bukan untuk lalu lintas. Itu istilahnya jembatan pantau untuk petugas menginspeksi bendung. Kendaraan tetap diperbolehkan untuk melintas seperti sepeda, sepeda motor tanpa beban berat [barang],” katanya.
BACA JUGA: UMY Siap Gelar Kompetisi Jembatan Indonesia 2023
Salah satu warga yang rumahnya berada tepat di ujung jembatan tersebut bernama Musa mengaku rehabilitasi tersebut penting bagi warga karena jembatan Pekik Jamal merupakan akses utama bagi warga. “Selama perbaikan, jembatan Pekik Jamal ditutup tiga bulan. Warga lewat jembatan Bendungan,” kata Musa.
Menurut Musa, jembatan Pekik Jamal merupakan akses pokok yang menghubungkan dua kalurahan antara Ngestiharjo dengan Bojong. Warga yang bepergian lintas desa sering memilih jembatan tersebut daripada melalui jembatan Bendungan. “Kalau lewat jembatan Pekik Jamal aman dan cepat soalnya tinggal lurus saja. Kalau lewat jembatan Bendungan belok-belok,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Sentul menghadapi persaingan pedagang yang berjualan di rumah warga. Kemudahan akses dan kebiasaan pembeli menjadi tantangan revitalisasi.
Kontingen Indonesia memburu medali emas Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Senin (19/10), dari para angkat berat, atletik, renang, dan cabor lainnya.
Kylian Mbappe mencetak dua gol, termasuk melalui eksekusi penalti panenka. Dua gol lainnya dicetak Arda Guler dan Yan Diomande, sedangkan Sevilla hanya membalas
Provstgaard membuka keunggulan Lazio. Isaksen menggandakan, sebelum Dele-Bashiru memastikan kemenangan tim tamu lewat gol pada menit ke-89.
Sekjen PBB António Guterres mengapresiasi kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian, multilateralisme, pembiayaan pembangunan, dan aksi iklim.
Festival Bregada Rakyat DIY 2026 menghadirkan 18 kelompok di Sleman. Simak jadwal, kriteria penilaian, hadiah, dan daftar peserta.