Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi PPPK./Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kantor Kemenag Kulonprogo mulai menjalani Orientasi di Wilayah Kerja (ODWK) pekan ini. Agenda ODWK digelar selama empat hari ini diikuti 85 PPPK Kankemenag Kulonprogo.
Kepala Kankemenag Kulonprogo, Wahib Jamil yang membuka agenda ODWK tersebut menerangkan ada tiga hal yang harus dimiliki pegawai Kankemenag untuk bekerja secara profesional.
"Untuk dapat bekerja secara profesional, setidaknya ada tiga hal yang harus dimiliki oleh seseorang. Tiga hal itu yakni skill, knowledge, dan attitude," kata Jamil di PLHUT Kankemenag Kulonprogo, Selasa (31/10/2023).
Skill atau kemampuan, keterampilan, kompetensi kata Jamil harus terus ditingkatkan. Kualitas diri agar bisa bekerja secara profesional harus dimiliki dari dalam diri. "Baik itu hard skill maupun soft skill. Perlu ada koordinasi dan konsolidasi agar bisa bergerak maju bersama. Sehingga apa yang ia lakukan dapat bermanfaat bagi banyak orang," ujarnya.
Sementara knowledge atau pengetahuan kata Jamil harus senantiasa belajar dan memahami regulasi atau aturan yang ada. Hal itu dilakukan agar kita tidak salah ketika mengambil keputusan. "Sehingga diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," kata dia.
Perihal attitude atau value juga nilai, moral, dan etika, Jamil mengungkapkan bila dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat harus berasal dari hati dan penuh rasa gembira. Agar layanan bisa diterima dalam hati masyarakat yang kita layani. "Agama harus menjadi pondasi dasar dalam kita melaksanakan tugas dan fungsi layanan. Jadi agama harus menjadi inspirasi, bukan aspirasi," ungkap Jamil.
BACA JUGA: Pendaftaran PPPK di Bantul Ditutup, Total Pelamar 1.988 Orang
Selain itu, Jamil juga mengingatkan agar setiap pegawai Kankemenag selalu mengedepankan sikap beragama yang moderat. "Jaga sikap beragama yang moderat agar terjalin kerukunan masyarakat. Jadilah mediator dan fasilitator dalam menjaga kerukunan umat beragama," tegasnya.
Sementara itu salah satu Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Semarang, Nikmatul Afiah berharap peserta Orientasi PPPK dapat mengetahui, memahami dan menerapkan ilmu yang diperoleh ke dalam pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing.
"PPPK adalah bagian dari ASN, maka tugas dan fungsinya juga sama dengan ASN yang berstatus PNS. Sehingga setelah mengikuti orientasi ini diharapkan peserta dapat tahu, paham, dan mampu menerapkan ilmunya dalam pelaksanaan tugas sesuai jabatannya masing-masing," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.