Guruh Soekarnoputra Akan Dimakamkan di Sebelah Fatmawati
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Early Warning System/Ist-OPI
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah melakukan analisa kebutuhan alat sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) tsunami di sepanjang pantai selatan. Hasilnya masih kekurangan sebanyak 45 unit.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul Agus Yuli Herwanto di Bantul, Kamis mengatakan, jumlah EWS tsunami yang dimiliki dan terpasang di wilayah pantai selatan Bantul baru 29 unit, namun untuk kebutuhan idealnya sesuai dengan kondisi saat ini masih kekurangan.
"Karena EWS itu diadakan sudah sekian tahun lalu, dengan perkembangan zaman itu ada pertumbuhan komunitas penduduk di pinggir pantai, sehingga setelah kita analisa itu kebutuhan yang masih kurang sebanyak 45 EWS tsunami," katanya.
Meski demikian, kata dia, sampai dengan tahun ini, pihaknya belum bisa membeli atau melakukan pengadaan EWS tsunami, karena harganya mahal, sementara anggaran yang dialokasikan untuk BPBD Bantul terbatas.
"Namun ke depan tentunya kita akan menganggarkan lebih banyak lagi, termasuk EWS tsunami juga kita masih tetap mengusulkan ke APBD (anggaran pendapatan belanja daerah) maupun pusat, walaupun kapan bisa terealisasi yang penting kita mengusulkan," katanya.
Selain EWS tsunami, kata dia, untuk detektor banjir dan longsor yang dilengkapi dengan sistem peringatan dini jumlahnya masih terbatas, sehingga ke depan perlu dilakukan penganggaran dan pengadaan alat, mengingat potensi banjir dan longsor di Bantul.
"Untuk EWS banjir kita ada lima titik, kondisinya cukup baik walaupun kadang kadang rusak kita perbaiki, kita ada teknisi EWS, termasuk EWS longsor juga Bantul punya dua, kemudian punya provinsi ada tiga, sehingga ada lima titik di Bantul," katanya.
BACA JUGA: Waduh...Banyak EWS Peringatan Tsunami di Pantai Selatan Bantul Rusak
Dia mengatakan, akan tetapi untuk alat EWS tanah longsor sering mengalami kerusakan, sehingga butuh perbaikan dan perawatan rutin.
"Kalau EWS longsor ini kita sedang melakukan kajian di sekitar Makam Raja-Raja Imogiri, tahun ini kita ada pengadaan EWS banjir dan longsor di satu titik, ke depan tentunya akan dianggarkan lebih banyak lagi, karena potensi longsor, potensi banjir yang ada di Bantul banyak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Guruh Soekarnoputra rencananya dimakamkan di sebelah makam Fatmawati di TPU Karet Bivak. PDIP juga kibarkan bendera setengah tiang 7 hari.
Polri menyiapkan anjungan pencetakan SKCK untuk mengurangi interaksi pemohon dan petugas serta mencegah praktik pungli.
Manajer Kopdes Merah Putih berstatus pegawai BUMN di bawah Agrinas dengan PKWT dua tahun. Jabatan akan dievaluasi setelah kontrak berakhir.
Kiandra Ramadhipa akan start dari posisi kelima pada dua balapan Moto3 Junior FIM 2026 di Aragon, Minggu (27/9).
Jokowi disebut bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026 bersamaan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Rahmat Erwin Abdullah meraih emas Asian Games 2026 sekaligus mencetak rekor dunia clean and jerk dan total angkatan.