Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Musim hujan akan segera datang di wilayah DIY termasuk Bantul. Sejumlah bencana hidrometeorologi berpotensi terjadi di beberapa wilayah, diantaranya hujan disertai angin kencang, banjir hingga tanah longsor.
Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Budianta, menjelaskan untuk hujan disertai angin kencang berpotensi terjadi merata di semua wilayah. Ditambah kemarau panjang yang terjadi sebelumnya, kemungkinan hujan ekstrim bisa terjadi. “Kemungkinan seperti itu, tapi kami tunggu informasi dari BMKG,” ujarnya, Senin (6/11/2023).
Tanah longsor dapat terjadi karena setelah kemarau, biasanya kondisi tanah mengering dan mengalami pelapukan. Ketika terkena hujan, tanah yang lapuk tersebut bisa longsor. “Longsor biasa terjadi di wilayah Imogiri, Piyungan, Pleret dan Dlingo. Jadi wilayah Bantul sisi timur yang sering terjadi longsor,” katanya.
Kemudian untuk banjir, biasanya terjadi pada akhir Desember hingga Februari, ketika tingkat hujan cukup banyak. Wilayah yang berpotensi terdampak banjir meliputi Daerah Aliran Sungai (DAS). “Mulai dari DAS Opak, DAS Celeng, DAS Bedok. Tiga ini yang dampak banjirnya langsung ke Bantul. Kalau Sungai Progo jarang, karena dasar sungai sudah turun ke bawah,” paparnya.
Adapun antisipasi yang disiapkan yakni mengadakan rapat konperhensif lintas instansi, pembentukan pos banjir-longsor di beberapa kalurahan yang berpotensi terdampak, gelar apel kesiapsiagaan yang diikuti sukarelawan dan berbagai lembaga sosial.
“Sekaligus checking peralatan. Kami juga mengimbau kepada kalurahan maupun kelompok relawan untuk mendata dan menyiapkan kapasitas masing-masing. baik menyiapkan peralatan maupun personel untuk kesiapsiagaan di perubahan musim ini,” ungkapnya.
BACA JUGA: Siaga Darurat Kekeringan Gunungkidul Berlaku Sampai 30 September
Di setiap kalurahan, sudah terbentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Mereka dilibatkan dalam apel kesiapsiagaan untuk diberi imbauan terkait apa saja yang perlu disiapkan. ‘Sehingga mereka siap secara SDM dan perlengkapannya,” kata dia.
Adapun untuk wilayah laut, potensi bencananya tidak berkaitan dengan pergantian musim. Pada musim kemarau ini pun gelombang tinggi sudah terjadi. Untuk itu masyarakat di pesisir sudah disiapkan untuk menghadapi bencana gelombang tinggi termasuk sunami.
“Karena memang berbeda antara ancaman perubahan musim dengan ancaman di pantai. Untuk kesiapsiagaan sunami jelas sudah kita siapkan bagi masyarakat di pesisir. Bahkan kemaren lima pesisir selatan Bantul sudah dianugerahi pengakuan sebagai Masyarakat Siaga Tsunami oleh BMKG,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Pedagang Teras Malioboro 1 meminta fasilitas parkir dan shuttle disiapkan sebelum kebijakan full pedestrian diterapkan pada akhir 2026.
Presiden Prabowo akan memberikan bintang kehormatan kepada pejabat yang dinilai berjasa mewujudkan Program Mandatori Biodiesel B50.
Realisasi pajak daerah Sleman mencapai Rp618 miliar pada Semester I 2026. Pemkab juga memberikan penghargaan kepada 163 wajib pajak teladan
KPK resmi menahan mantan Sekjen MPR RI Ma'ruf Cahyono dalam kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Disnaker Sleman mencatat 443 pencari kerja pada Semester I 2026. Lulusan SMA mendominasi, sementara 324 tenaga kerja telah ditempatkan.