Kejagung Periksa 3 ASN BGN Terkait Dugaan Korupsi MBG
Kejagung memeriksa tiga ASN BGN dan dua saksi lain terkait dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026.
Pohon tumbang menimpa rumah akibat angin kencang di Kapanewon Paliyan, Gunungkidul, beberapa waktu lalu. - Antara/ist/BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Mengantisipasi dan mengurangi dampak bencana, Pemkab Gunungkidul menyusun peta kerawanan bencana alam pada musim hujan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Purwono di Gunungkidul, Rabu, mengatakan BPBD Gunungkidul telah memetakan potensi bencana pada masa pancaroba dengan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lurah, panewu atau camat, hingga sukarelawan.
"Kami membahas skenario kemungkinan debit hujan tinggi, antisipasi teknis, dan penyusunan peta rawan bencana," kata Purwono, Rabu (8/11/2023).
Ia mengatakan secara garis besar sebaran peta wilayah rawan bencana hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Pemetaan rawan bencana saat peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan telah dilakukan.
"Peta bencana sangat penting untuk mengantisipasi dampak bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, selama musim hujan. Belakangan hujan mulai turun di sejumlah wilayah dengan intensitas sedang," katanya.
Purwono mengatakan adapun potensi bencana berdasarkan pemetaan yakni potensi angin kencang dan puting beliung di zona tengah seperti Kapanewon Semanu, Wonosari, Paliyan. Kemudian banjir luapan sungai membentang di bantaran Kali Oya dari Kapanewon Semin, Ngawen, Karangmojo, Wonosari, Nglipar, hingga Kapanewon Playen.
Untuk potensi longsor ada di zona utara, seperti Gedangsari, dan Ngawen. "Sekali lagi rakor penting dilaksanakan demi meningkatkan konsolidasi multi pihak penanggulangan bencana," katanya.
BACA JUGA: Libur Akhir Tahun, Keamanan Wahana Wisata Berisiko Tinggi di DIY Bakal Dicek
Terkait dengan kesiapan alat sistem peringatan dini (EWS), Purwono mengatakan di Gunungkidul ada 30 titik, namun beberapa diantaranya bermasalah. EWS mampu menangkap pergerakan tanah dan sangat efektif sebagai upaya pencegahan jatuhnya korban.
"EWS longsor di zona utara. EWS longsor masih fungsi ada di Sampang dan Watugajah, Kapanewon Gedangsari," katanya.
Anggota Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kelurahan Kemadang, Surisdiyanto, mengatakan EWS tsunami tersebar di sejumlah titik, seperti Pantai Sadeng, Sepanjang, Pantai Baron, Pantai Wediombo, Krakal, Gesing, dan Baron dua. "Tidak semua berfungsi optimal karena diantaranya mengalami kerusakan. Kami sudah mengusulkan adanya perbaikan, semoga segera diperbaiki," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung memeriksa tiga ASN BGN dan dua saksi lain terkait dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun 2025-2026.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.
Sebanyak 785 lansia penerima bansos Kulonprogo terindikasi judol. DPRD meminta penelusuran dan evaluasi agar bantuan tepat sasaran.
Pengetahuan masyarakat adat dinilai masih sering diabaikan dalam kebijakan konservasi Indonesia meski mereka menjadi penjaga lingkungan.
UII menyambut 5.326 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Rektor UII menekankan kompetensi, keberanian, dan kerendahan hati.