Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang mahasiswi Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) diduga mengalami pelecehan seksual. Pelakunya diduga termasuk Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus tersebut.
Terkait kasus tersebut, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UNY pun angkat bicara. Melalui hotline yang disediakan, Satgas PPKS mengatakan jika kasus tersebut saat ini masih dalam tahap investigasi.
"Terkait dengan kabar tersebut kami masih melakukan validasi kebenaran. Terimakasih," ungkap Satgas PPKS saat dikonfirmasi Harian Jogja, Sabtu (11/11/2023).
BACA JUGA: Dugaan Pelecehan Mahasiswi UNY Viral di Medsos, Pelaku Diduga Anak BEM
Satgas PPKS UNY juga menginformasikan beberapa hal terkait kasus Kekerasan Seksual yang sedang berkembang di media sosial. Berikut pernyataan Satgas PPKS UNY.
1. Berdasarkan informasi awal, kasus tersebut melibatkan seorang mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNY.
2. Satgas PPKS telah berkoordinasi dengan Dekanat FMIPA dan BEM FMIPA untuk meminta keterangan dari terduga pelaku. Proses verifikasi resmi terus berjalan untuk mendapatkan kebenaran informasinya.
3. Saat ini sedang dilakukan pencarian terhadap penyintas yang
mengunggah ceritanya ke media Twitter @UNYmfs, silakan bagi yang memiliki informasi dapat menghubungi Satgas PPKS UNY.
4. Satgas PPKS UNY terus berkoordinasi dengan Dekanat FMIPA, BEM KM UNY, BEM FMIPA, Dinas P3AP2, Polda DIY, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk terus mengusut tuntas kasus ini. Tim akan terus berupaya untuk mengawal kasus ini dan memastikan kebenaran informasinya.
Dengan demikian, Satgas PPKS UNY
menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat kritis dalam bersosial media dan harap bijak dalam mencerna informasi.
Kepada siapapun yang melihat, menjadi saksi, atau bahkan menjadi korban Kekerasan Seksual di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta baik dalam konteks kasus ini ataupun kasus yang lain silakan melapor ke Satgas PPKS
melalui kanal berikut ini. Instagram: @saigasppks_uny Hotline WA: 085643174925
Berbeda dengan Satgas PPKS UNY, Dekan FMIPA Prof. Dadan Rosana, mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi sosok MF, yang diduga sebagai pelakukan pelecehan seksual terhadap korban. Dadan menilai, unggahan di akun X @UNYmfs itu meragukan dan terindikasi fitnah.
"Terduga pelaku sudah dipanggil, sudah dikonfirmasi. Dia berani bersumpah dan mempersilakan diperiksa, baik akun ataupun handphone-nya. Itu fitnah," kata Dadan, Jumat (10/11/2023).
Indikasi dugaan fitnah dalam kasus ini, kata Dadan karena akun X yang diduga menyebarkan informasi tersebut merupakan akun samaran alias tidak jelas. Selain itu, postingan juga langsung dihapus. "Kami sedang melacak tapi belum dapat sumbernya," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, kabar kasus pelecehan seksual mahasiswi UNY tersebut viral di media sosial (Medsos) setelah akun base X (Twitter) @UNYmfs mengunggah keluh kesah korban pelecehan seksual tersebut pada Kamis (9/11/2023).
BACA JUGA: Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus, STTM Jogja Bentuk Tim Internal
Setelah viral dan ditanggapi oleh ribuan netizen, unggahan di akun @UNYmfs kemudian dihapus. Sejumlah netizen sebelumnya sudah men-screenshot unggahan tersebut kemudian menyebarkan kembali di aplikasi X.
Dari tangkapan layar akun @UNYmfs yang sempat diamankan, korban mengeluhkan sikap dan perlakuan kakak tingkatnya (kating) di FMIPA UNY, anak BEM Fakultas yang sering berbuat tak senonoh kepada dirinya.
Tak hanya kerap dilecehkan oleh pelaku, korban juga mendapat ancaman dari pelaku kekerasan seksual jika tidak menuruti kemauannya. "Aku gak nyangka, kuliah di UNY malah direndahin kayak gini," tulis korban mengawali kisahnya.
"Jadi aku maba dan kenalan sama kating ini dari bulan Februari, waktu itu kenal karena acara fakultas. Kukira dia baik, ternyata dia cab*l, aku sudah dilecehkan sama dia dari Oktober, sampai sekarang," ceritanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.
Basarnas belum menemukan tanda lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Pencarian terkendala area rawan dan asap tebal.