Winongo Art Festival 2026 Dorong UMKM dan Wisata Sungai Ngampilan
Winongo Art Festival 2026 di Ngampilan diharapkan mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, dan wisata berbasis Sungai Winongo.
Pelecehan Seksual - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Menyikapi adanya dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus, Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) membentuk tim internal untuk mengusut dugaan pelecehan seksual tersebut. Pendalaman atas dugaan tersebut juga tengah dilakukan.
Ketua STMM Jogja, Noor Iza menyampaikan saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Noor juga menegaskan pihaknya mengecam tindakan pelecehan seksual di lingkungan kampus.
“Jadi intinya itu peristiwa kekerasan seksual, kan bukan itu yang terjadi. Tetapi barang kali memang dari laporan-laporan akan kami dalami. Intinya dari kami bahwa STMM Jogja mengecam segala tindakan pelecehan seksual dan juga apapun tindakan yang tidak bermoral,” katanya saat ditemui di kompleks Kepatihan, Senin (4/9/2023).
Menurut Noor pihak kemahasiswaan STMM Jogja juga telah menerima aduan terkait dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus dan tengah dilakukan pendalaman atas aduan tersebut. Menurut Noor pihaknya juga telah membentuk tim internal untuk menyikapi aduan tersebut.
“Ketua STMM Jogja telah melakukan koordinasi internal dan membentuk tim internal untuk menyikapi aduan tersebut. Tim yang dibentuk juga akan melakukan pendampingan yang dibutuhkan mahasiswa yang mengalami kejadian dan yang terkait STMM Jogja,” katanya.
Menurutnya pihaknya juga akan menindaklanjuti dugaan tersebut dengan pencegahan dan penataan sarana dan prasarana yang ada di STMM Jogja.
Menurut Noor, STMM Jogja telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Ketua STMM Jogja terkait pelaksanaan Aturan Kemendikbudriset No.30/2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkup Perguruan Tinggi.
“Jadi apapun yang terjadi ini [dugaan pelecehan di lingkungan kampus] kami mengacu pada ketentuan itu juga. Dalam hal ini terus terang sebagai lembaga pendidikan kita harus menjaga norma-norma yang baik,” katanya.
BACA JUGA: Deklarasi Anies-Cak Imin, AHY Mengucapkan Selamat
Menurut Noor proses penelusuran dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus dilakukan dengan mengecek lapangan dan meminta keterangan mahasiswa yang menjadi saksi dugaan pelecehan seksual.
“Kami meminta keterangan kepada mahasiswa yang merasa dia melihat sesuatu sementara itu dulu. Karena kita menelusuri dari mahasiswa itu dulu,” katanya.
Dalam pendalaman awal, menurut Noor diduga ada empat empat korban, meski begitu lantaran masih dalam tahap pendalaman, saat ini sudah ada dua terduga korban yang diperiksa.
Saat ditanya status kemahasiswaan terduga pelaku, Noor enggan menyebut secara gamblang. “Kan berproses dulu. Nunggu dari hasil kan harus very clear jangan nganu [memberi sanksi] orang yang tidak salah,” katanya.
Sebelumnya BEM STMM Jogja di akun instagram @bemstmmyk menarasikan adanya dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus STMM Jogja yang dilakukan beberapa oknum dengan merekam toilet perempuan Gedung Sociocultural. Aksi tersebut diduga melibatkan empat orang korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Winongo Art Festival 2026 di Ngampilan diharapkan mendorong pertumbuhan UMKM, ekonomi kreatif, dan wisata berbasis Sungai Winongo.
22 Juni 2026 diperingati sebagai HUT Jakarta ke-499 dan Hari Hutan Hujan Sedunia yang menyoroti sejarah serta lingkungan.
Ramalan zodiak pekan 22–28 Juni 2026 saat Jupiter bersiap memasuki Leo, membawa perubahan pada cinta, karier, dan keuangan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling pada Senin 22 Juni 2026.
Kadipaten Pakualaman tidak hanya memiliki sejarah panjang tentang budaya dan pemerintahan, tetapi juga memiliki perhatian khusus pada dunia pendidikan
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.