Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Ilustrasi gula./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pedagang di Gunungkidul mengeluhkan harga jual gula yang terus terkerek naik. Saat ini harga jual mencapai Rp18.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang di Pasar Candirejo, Semin, Sudarti mengatakan banyak komoditas bahan pokok di pasaran yang terkerek naik. Kenaikan terlihat mulai dari beras, kedelai hingga terkini gula.
Menurut dia, gula pasir di waktu normal dipasarkan di kisaran Rp13.000 per kilogram. Namun, pada saat sekarang terkerek hingga Rp18.000 per kilogram.
“Kondisi pasar memang sudah sepi. Terlebih lagi banyak barang yang harganya naik,” kata Sudarti, Kamis (16/11/2023).
Baca Juga: Harga Gula Pasir Terus Meroket, Harga Minuman Angkringan di Sleman Bakal Ikut Naik
Menurut dia, tidak ada yang tahu penyebab harga jual terus naik. Pasalnya, dari sisi pasokan juga gampang ditemukan, namun harga dari distributor sudah naik.
“Tidak ada kelangkaan, tapi harganya sudah naik sehingga kami ikut menaikan,” katanya.
Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Retno Utami mengatakan upaya pemantauan harga di pasaran terus dilakukan. Hasi dari pemantauan, ia tidak menampik adanya kenaikan harga jual gula pasir.
Baca Juga: Penyesuaian Harga Gula Dikahawatirkan Berdampak ke Inflasi, Begini Penjelasan Bapanas
Menurut dia, saat sekarang dijual di kisaran Rp17.000 per kilogram. Harga jual mulai merangkak naik sejak tiga minggu lalu. “Sekarang masih di posisi Rp17.000 per kilonya,” katanya.
Disinggung mengenai penyebab kenaikan, Retno menduga sangat terpengaruh belum memasukinya musim giling sehingga membuat harga melonjak. “Sudah panen, tapi belum musim giling sehingga belum ada tambahan produksinya,” katanya.
Baca Juga: Wacana India Setop Ekspor Gula Bikin Harga Gula Industri Melonjak
Ia mengungkapkan kenaikan tidak hanya terjadi pada gula. Pasalnya, untuk komoditas seperti cabai rawit juga naik dan dipatok Rp75.000 per kilogram, cabai keriting Rp35.000 per kilonya.
“Untuk kedelai juga ada kenaikan. Saat ini kedelai impor dipatok Rp12.700 per kilonya, sedangkan untuk lokal di kisaran Rp20.000 per kilo,” katanya.
Meski ada sejumlah bahan kebutuhan di pasar yang naik, Retno mengungkapkan hanya sebatas mendata. Adapun upaya stabilisasi menurunkan harga Kembali normal berada di Pemerintah Pusat.
“Tugas kami mendata harga dan stok. Selanjutnya diserahkan ke Kementerian Perdagangan melalui Pemerintah DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Dinkes Bantul menegaskan anak yang sudah keluar dari kategori stunting tetap berisiko kembali mengalami stunting. Pemantauan dan intervensi berkelanjutan menjad
Marco Bezzecchi mengaku belum pulih 100 persen dari cedera jelang MotoGP Inggris 2026 di Silverstone. Rider Aprilia itu memilih memasang target realistis setela
Timnas Indonesia wajib menang lawan Singapura di laga pamungkas Grup A Piala AFF 2026. Hasil imbang atau kalah akan mengakhiri langkah Garuda.
Mobil PHEV menawarkan efisiensi bahan bakar, tetapi memiliki sejumlah kekurangan mulai dari harga mahal hingga perawatan baterai yang perlu diperhatikan.
Rafaelson memprotes nilai pasar Timnas Vietnam versi Transfermarkt setelah Indonesia tercatat sebagai skuad termahal di Piala AFF 2026.